Performa naik-turun yang dialami oleh Aston Martin bersama Honda di Formula 1 2026 ternyata menyimpan cerita lain yang jauh lebih pelik. Di balik dinamika grid musim ini, ada serangkaian masalah teknis aneh serta kegagalan finis yang dialami oleh sang bintang utama, Fernando Alonso, di atas mobil yang dikenal paling rewel musim ini.
Situasi pelik ini bukan membahas negosiasi kontrak panjang yang baru saja tuntas, melainkan kendala teknis ganjil di lintasan. Pada seri Baku, juara dunia dua tahun tersebut akhirnya mencicipi upgrade turbocharger ADUO 2 rahasia dari Honda, spesifikasi yang sebelumnya lebih dulu dipasang pada mobil Lance Stroll di Madrid demi mengatasi masalah jeda turbo atau turbo lag.
Upaya keras Honda memperbaiki aspek driveability ini sudah dimulai sejak pengenalan spesifikasi ADUO 1 di Zandvoort. Karakteristik sirkuit Baku yang dipenuhi tikungan lambat berukuran pendek serta zona traksi krusial menjadi ujian sempurna untuk melihat apakah mesin dan sasis mampu merespons dengan optimal saat keluar tikungan.

Mobil AMR edisi terbaru di Azerbaijan tampil cukup kompetitif hingga melewati area kastil, terutama setelah berhasil memangkas bobot berkat komponen ringan di bagian belakang dipadu mesin spesifikasi kedua dari Honda. Namun, masalah langsung muncul ketika memasuki sektor ketiga di mana catatan waktu lap tiba-tiba merosot drastis akibat masalah manajemen energi.
Gejala kehilangan performa di paruh akhir lap ini rupanya sudah menjadi tren negatif sejak debut mobil versi B-spec di Hungaria pada akhir Juli lalu. Penurunan performa satu lap penuh ini terlihat konsisten terjadi di berbagai jenis karakter sirkuit, termasuk ketika balapan berlangsung di Malaysia yang sempat menjadi penampilan terbaik mereka musim ini.
Puncak dari problem tersebut terjadi di Baku ketika ia harus mengakhiri balapan lebih cepat setelah 20 putaran akibat dugaan kerusakan mesin. "Saya tidak melihat adanya alarm peringatan, tetapi saya mulai kehilangan banyak waktu di trek lurus, sekitar 1,5 detik, jadi pasti ada yang tidak beres," ungkapnya.
Anehnya, setelah dilakukan investigasi menyeluruh usai perlombaan, pihak pabrikan justru tidak menemukan adanya kerusakan mekanis pada komponen dapur pacu tersebut. Kepala insinyur trek Honda, Shintaro Orihara, menegaskan bahwa data telemetri awal tidak menunjukkan anomali apa pun pada mesin. "Saat ini mesin dalam kondisi baik, kami tidak menemukan masalah apa pun pada data, jadi kami perlu memeriksanya secara cermat terkait tenaga mesin, manajemen energi, dan juga mungkin jejak GPS," jelasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!