Theo Pourchaire akhirnya mendapat kesempatan balapan penuh di kejuaraan dunia single-seater. Pebalap asal Prancis itu resmi bergabung dengan tim anyar Formula E untuk musim Gen4, sebuah langkah yang sudah lama dinantikan banyak orang.
Sebagai salah satu talenta muda terbaik yang gagal menembus Formula 1, Pourchaire sempat kesulitan mendapat kursi balapan sejak merebut gelar Formula 2 pada 2023. Kini, ia akan membalap penuh di ajang yang teknologinya disebut-sebut mirip dan bahkan lebih cepat dari F2.
Selama ini Pourchaire berperan sebagai pebalap pengembangan untuk Mercedes. Ia juga sempat tampil di IndyCar dan tahun ini membalap di World Endurance Championship bersama Peugeot. Kepindahannya ke Formula E pun mendapat restu penuh dari pabrikan Jerman itu.

"Ya, saya pikir mereka sepenuhnya setuju. Yang terpenting bagi saya adalah program balapan utama saya. Di situlah saya berada di trek dan balapan," ujar Pourchaire kepada RacingNews365.
Ia menambahkan bahwa simulator F1 tetap penting, bahkan ia akan menjalani sesi simulasi untuk Grand Prix Zandvoort mulai pukul lima sore hingga dini hari. "Tapi bagi mereka, yang terpenting—dan bagi saya—adalah saya punya program balapan penuh," tegasnya.
Keputusan ini menandai babak baru karier Pourchaire. Dengan dukungan penuh Mercedes, ia siap menghadapi tantangan Formula E pada era baru yang penuh potensi.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!