Hari pertama pembuka akhir pekan Pedro Acosta di Sirkuit Internasional Lusail sama sekali tidak berjalan sesuai rencana awal. Pembalap muda berbakat asal Spanyol yang memperkuat skuad pabrikan KTM tersebut harus puas menutup sesi latihan bebas dengan bertengger di posisi keempat belas. Hasil minor ini otomatis memaksa sang bintang muda untuk berjuang keras melalui babak Q1 pada kualifikasi hari Sabtu demi mengamankan posisi start yang kompetitif.
Sejak awal kedatangannya ke Qatar, Acosta sejatinya sudah memprediksi bahwa karakter lintasan Lusail bakal menghadirkan tantangan tersendiri bagi motor RC16. Kendati demikian, realita di atas lintasan ternyata terasa jauh lebih pelik ketimbang hitung-hitungan di atas kertas. Tertinggal lebih dari satu detik penuh dari catatan waktu tercepat yang dibukukan oleh Fabio Di Giannantonio, sang pembalap bernomor lambung tiga puluh satu itu jelas membutuhkan evaluasi telemetri yang sangat mendalam bersama para teknisi tim.
Akar permasalahan utama yang dikeluhkan oleh Acosta terletak pada kontras performa yang ekstrem antara penggunaan kompon ban medium dan ban lunak. Ironisnya, dalam simulasi balap menggunakan ban medium bekas, ia justru mampu mencatatkan ritme yang sangat konsisten dan kompetitif. Namun, petaka justru datang ketika tim memasang ban belakang berspesifikasi lunak untuk melakukan time attack demi memburu satu tempat di sepuluh besar.

Mengomentari kegagalan total pada sesi penentuan waktu tersebut, Acosta sama sekali tidak menutup-nutupi rasa frustrasinya kepada awak media. "Saya sudah menduga bahwa akhir pekan ini bakal berjalan sangat berat bagi kami," buka sang pembalap muda. Ia kemudian menambahkan secara terbuka mengenai kendala teknis yang dirasakannya di atas motor. "Namun ada hal aneh yang terjadi. Awalnya saya bisa menjaga ritme bagus selama lima putaran dengan ban medium bekas dan catatan waktunya sangat positif."
Situasi berbalik seratus delapan puluh derajat tatkala motornya dipasangkan kombinasi ban depan medium dan ban belakang lunak. Alih-alih mendapatkan lonjakan kecepatan yang dicari, Acosta justru kehilangan daya cengkeram dan catatan waktunya anjlok drastis. "Uji coba catatan waktu cepat dengan ban depan medium dan ban belakang lunak benar-benar menjadi sebuah bencana besar. Kondisinya bahkan tidak bisa lebih buruk dari ini. Saya melaju kencang saat memakai ban medium, tetapi mendadak sangat lambat ketika beralih ke ban lunak. Tim harus segera mencari solusi nyata," tegasnya.
Pekerjaan rumah kini menumpuk di garasi KTM untuk menemukan set-up elektronik dan mekanis yang ramah terhadap kompon ban lunak sebelum lampu hijau kualifikasi menyala. Sementara rekan setimnya berhasil mengamankan tiket langsung ke Q2, Acosta harus mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk melewati lubang jarum Q1 agar tidak kehilangan peluang bertarung di barisan depan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!