MotoGP, Sportrik Media - Harapan Pedro Acosta untuk meraih hasil gemilang di MotoGP San Marino 2025 di Sirkuit Misano berakhir dengan kekecewaan. Pembalap muda dari tim Red Bull KTM Factory Racing ini menunjukkan performa kompetitif sejak awal balapan, namun masalah teknis pada motornya memaksa dirinya keluar dari lintasan lebih cepat.
Performa Impresif di Awal Balapan
Acosta memulai balapan dari posisi tengah, namun dengan cepat memperlihatkan potensi besar. Pada lap keempat, ia berhasil menyalip Fabio Quartararo untuk merebut posisi keempat. Dengan kecepatan konsisten, Acosta mampu menempel ketat barisan depan yang dipimpin oleh Marco Bezzecchi dan Marc Marquez. Performa ini membuatnya menjadi kandidat kuat untuk finis di lima besar, bahkan berpeluang meraih podium pertama di Misano.


Masalah Teknis Menghentikan Laju
Namun, nasib berkata lain pada lap ketujuh. Motor KTM yang dikendarai Acosta mengalami kerusakan pada rantai, masalah serupa yang sebelumnya dialami rekan setimnya, Brad Binder, selama sesi latihan. Rantai yang terlepas membuat motor tidak lagi dapat melaju, memaksa Acosta menepi ke sisi lintasan. Frustrasi terlihat jelas dari gestur kekecewaan yang ditunjukkan Acosta terhadap motornya, mencerminkan betapa besar harapan yang pupus akibat insiden ini.
Kekecewaan di Tengah Potensi Besar
Kegagalan ini terasa menyakitkan karena Acosta sedang berada dalam posisi yang sangat kompetitif. Keberhasilannya menyalip Quartararo dan mendekati barisan depan menunjukkan bahwa ia memiliki kecepatan dan strategi untuk bersaing di level tertinggi. Insiden ini menggarisbawahi pentingnya keandalan teknis, terutama bagi tim seperti Red Bull KTM Factory Racing yang memiliki ambisi besar di ajang MotoGP.
Harapan untuk Seri Berikutnya
Meski gagal finis, penampilan Acosta di Misano menjadi bukti kualitasnya sebagai pembalap muda berbakat. Konsistensi dan semangat juangnya menunjukkan potensi untuk meraih hasil lebih baik di sisa musim 2025. Jika tim dapat mengatasi masalah teknis seperti ini, peluang Acosta untuk naik podium di seri mendatang, seperti di Mandalika atau Motegi, tetap terbuka lebar. Dengan dukungan tim dan pengalaman yang terus bertambah, Acosta diyakini akan menjadi ancaman serius di kancah MotoGP.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Jorge Martin
Aprilia Racing
|
193 |
|
2
|
|
Marco Bezzecchi
Aprilia Racing
|
186 |
|
3
|
|
Fabio Di Giannantonio
Pertamina Enduro VR46 Racing Team
|
177 |
|
4
|
|
Ai Ogura
Trackhouse MotoGP Team
|
168 |
|
5
|
|
Marc Marquez
Ducati Lenovo Team
|
153 |
|
6
|
|
Raul Fernandez
Trackhouse MotoGP Team
|
138 |
|
7
|
|
Pedro Acosta
Red Bull KTM Factory Racing
|
133 |
|
8
|
|
Francesco Bagnaia
Ducati Lenovo Team
|
130 |
|
9
|
|
Alex Marquez
BK8 Gresini Racing MotoGP
|
78 |
|
10
|
|
Fermin Aldeguer
BK8 Gresini Racing MotoGP
|
76 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Aprilia
|
279 |
|
2
|
|
Ducati
|
269 |
|
3
|
|
KTM
|
165 |
|
4
|
|
Honda
|
95 |
|
5
|
|
Yamaha
|
51 |
Read Also
Fabio Quartararo finished eighth at the 2026 Assen MotoGP despite arm pump caused by Yamaha's heavy bike and lack of grip.
Jorge Martin and Raul Fernandez explained Ai Ogura's unusual riding style after his maiden MotoGP victory at Assen in 2026.
Fabio Di Giannantonio believes Ducati must improve the GP26 after Aprilia's dominant performance at the 2026 Dutch MotoGP.
Subscribe Newsletter
Get the latest racing news updates directly to your email.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!