Sami Pajari sedang menjadi pembalap paling panas di Kejuaraan Dunia Reli (WRC) musim ini. Dua kemenangan beruntun di Rally Estonia dan Rally Finlandia membuatnya hanya tertinggal 30 poin dari pemuncak klasemen, Elfyn Evans. Namun, status sebagai calon juara tidak akan mengubah pendekatannya jelang Rally del Paraguay pekan ini.
“Tentu saja menyenangkan bisa berada dalam persaingan,” ujar Pajari kepada DirtFish. “Sekali lagi, saya akan melakukan yang terbaik saat ke Paraguay dan semua balapan lainnya. Fakta bahwa kami sedang memperebutkan gelar juara dunia tidak mengubah apa pun. Saya selalu melakukan yang terbaik, tidak peduli di mana atau balapan apa pun itu.”
Evans memiliki keunggulan hampir satu reli atas para pengejarnya, tetapi ia sadar akan konsekuensi harus menjadi pembuka jalan di gravel. Kondisi itu sudah pasti terjadi di Paraguay dan sangat mungkin berlanjut di Chile mengingat keunggulan poinnya. Ketika ditanya apakah ia bisa “mengelola” keunggulan poin atas Pajari di empat putaran tersisa, Evans menjawab, “Saya rasa tidak.”

“Kenyataannya, di gravel, kita sudah lihat ketika pembersihan jalan paling parah, kamu akan tertinggal di belakang. Itulah realitanya, tidak peduli apa yang kamu lakukan di beberapa reli. Bagi saya, ini hanya soal pergi ke reli seperti saya pergi ke Portugal dan terus melakukan yang terbaik sampai akhir,” tambahnya.
Sementara itu, Takamoto Katsuta sempat memimpin klasemen setelah Rally Kroasia pada April, namun kini tertinggal 41 poin dari puncak. Insiden pecah ban ganda yang memaksanya mundur di leg pembuka Estonia dan kaca depan berkabut yang membuatnya kehilangan dua menit di Finlandia menjadi pukulan telak. Meski begitu, pebalap Toyota itu belum menyerah.
“Elfyn melakukan pekerjaan yang sangat bagus, dan Sami juga. Sekarang kami posisi ketiga di kejuaraan,” kata Katsuta. “Pada saat yang sama, musim masih panjang. Jarak ke Elfyn memang cukup jauh, tetapi kami masih punya tiga atau empat reli, semuanya gravel. Saya pikir selalu ada peluang. Apa pun bisa terjadi di reli, jadi terus dorong dan lihat apa yang bisa saya lakukan.”
Dengan total 140 poin yang masih tersedia untuk setiap pebalap, persaingan belum berakhir. Oliver Solberg berada 45 poin di belakang Evans di posisi keempat, Sebastien Ogier tertinggal 62 poin dan berkomitmen penuh di sisa musim, sementara Adrien Fourmaux menjadi pebalap Hyundai terbaik di klasemen dengan selisih 72 poin.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!