Formula 1, Sportrik Media - Oscar Piastri menyoroti kekhawatiran keselamatan yang sebelumnya terlewat dari insiden besar di Grand Prix Jepang 2026, melibatkan Oliver Bearman dan Franco Colapinto.
Insiden tersebut terjadi di area menuju tikungan Spoon di Suzuka, ketika Bearman mengalami selisih kecepatan signifikan saat mendekati mobil BWT Alpine F1 Team milik Colapinto yang sedang berada dalam mode pemulihan energi. Perbedaan kecepatan mencapai sekitar 30 mph menjadi faktor utama yang menyebabkan kecelakaan dengan dampak hingga 50G.
Namun, perhatian utama Piastri bukan hanya pada selisih kecepatan tersebut, melainkan indikasi visual yang seharusnya muncul pada mobil. Dalam kondisi harvesting, lampu belakang mobil biasanya berkedip untuk memberi sinyal kepada pembalap di belakang. Berdasarkan tayangan onboard, lampu tersebut tidak aktif, yang berpotensi mengurangi kemampuan pembalap lain untuk mengantisipasi situasi.

“Kami sudah membicarakan kemungkinan ini sejak mobil generasi baru dirancang, dan ini adalah konsekuensi dari sistem power unit yang ada saat ini,” ujar Piastri kepada media.
Ia menegaskan bahwa dari pengamatannya, tidak ada sinyal lampu berkedip pada mobil Colapinto, yang menunjukkan bahwa bahkan mekanisme peringatan standar tidak berfungsi sebagaimana mestinya dalam situasi tersebut.
“Dari yang saya lihat, tidak ada lampu berkedip dari mobil Colapinto, jadi saya rasa dia juga tidak sedang dalam kondisi superclipping, yang jelas menjadi perhatian,” lanjutnya.
Piastri juga membagikan pengalaman pribadinya saat sesi latihan bebas di Suzuka, ketika ia hampir mengalami insiden serupa dengan Nico Hulkenberg. Ia menggambarkan bagaimana perbedaan kecepatan bisa terjadi jauh lebih cepat dari yang diperkirakan, bahkan ketika kedua mobil berada dalam kondisi full throttle.
Hal ini menunjukkan bahwa karakteristik mobil Formula 1 2026 menciptakan variabilitas kecepatan yang tidak sepenuhnya dapat diprediksi oleh pembalap, terutama dalam kondisi transisi energi. Situasi tersebut meningkatkan kompleksitas dalam pengambilan keputusan di lintasan, khususnya di area dengan visibilitas dan ekspektasi kecepatan yang tinggi.
“Ini jelas menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi kami sebagai pembalap. Namun di lokasi kecelakaan itu, bukan tempat di mana Anda mengharapkan seseorang datang dari belakang dengan selisih kecepatan sebesar itu,” jelasnya.
Piastri menegaskan bahwa meskipun faktor adaptasi pembalap masih berlangsung, insiden seperti ini berpotensi terus terjadi jika tidak ada penyesuaian teknis dan regulasi yang tepat. Ia menyoroti bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas dalam evaluasi sistem saat ini.
Dengan meningkatnya perhatian terhadap isu ini, Formula 1 diperkirakan akan meninjau ulang beberapa elemen teknis, khususnya terkait sistem energi dan indikator visual pada mobil. Evaluasi ini menjadi krusial menjelang seri berikutnya, guna memastikan bahwa keseimbangan antara inovasi teknologi dan keselamatan tetap terjaga sepanjang musim 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!