Oscar Piastri Nilai Aero F1 2026 Lebih Ramah Pembalap

Oscar Piastri
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Oscar Piastri meyakini bahwa perubahan fundamental pada filosofi aerodinamika Formula 1 musim 2026 berpotensi menciptakan peluang baru bagi pembalap, seiring pergeseran karakter mobil yang terasa berbeda dibanding era ground effect sebelumnya.

Untuk musim mendatang, Formula 1 meninggalkan konsep ground effect yang mendominasi regulasi 2022–2025 dan beralih ke aerodinamika aktif, disertai kembalinya konsep rake. Rake sendiri merujuk pada perbedaan ketinggian antara bagian depan dan belakang mobil, pendekatan yang menjadi ciri utama regulasi 2017–2021 sebelum digantikan lantai datar yang sangat dekat dengan permukaan lintasan.

Dalam regulasi 2026, pembangkitan downforce tidak lagi bertumpu pada aliran udara di bawah lantai mobil, melainkan lebih banyak berasal dari aliran udara di atas bodi dan sayap. Perubahan ini menciptakan karakter mobil yang berbeda, terutama pada fase masuk tikungan, dengan sejumlah pembalap, termasuk Lewis Hamilton, menggambarkan mobil generasi baru sebagai lebih oversteer dibanding pendahulunya.

Bagi Piastri, yang akan menjalani perubahan regulasi besar pertamanya sejak debut di Formula 1, pergeseran ini dipandang sebagai peluang. Ia menilai karakter aerodinamika baru dapat memberi ruang lebih luas bagi pembalap untuk menyesuaikan gaya mengemudi, khususnya dalam mengelola fase awal tikungan.

“Bagi saya, rasanya cukup berbeda dibanding apa yang kami miliki tahun lalu dengan mobil ground effect,” ujar Piastri kepada media internasional. Ia menekankan bahwa cara downforce dihasilkan kini berubah secara mendasar.

“Dulu, Anda menghasilkan banyak downforce ketika mobil sangat rendah ke permukaan lintasan. Jadi pada kecepatan tinggi, peningkatan downforce terasa hampir eksponensial,” jelasnya. “Sedangkan tahun ini, kami kembali ke aerodinamika konvensional di atas bodi mobil, dan cara kerjanya jelas berbeda.”

ADVERTISEMENT

Perubahan tersebut berdampak langsung pada karakter handling. Menurut Piastri, mobil ground effect memiliki tuntutan gaya mengemudi yang sangat spesifik, terutama saat memasuki tikungan, sehingga ruang toleransi bagi pembalap relatif sempit.

“Karakteristik mobil akan sangat berbeda,” lanjut pembalap McLaren tersebut. “Mobil ground effect cukup spesifik dalam cara mengemudikannya, terutama saat masuk tikungan, jadi mungkin tahun ini akan ada sedikit lebih banyak ruang untuk mengelola hal tersebut dengan lebih baik.”

Meski demikian, Piastri menekankan bahwa kesimpulan awal ini masih bersifat sementara. Hingga saat ini, data yang tersedia masih terbatas, mengingat tim baru menyelesaikan tiga hari pengujian awal dengan mobil regulasi baru.

“Kami jelas baru menjalani tiga hari tes, tetapi sudah ada beberapa perbedaan yang cukup fundamental dalam cara mobil ini terasa,” katanya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa adaptasi pembalap akan menjadi faktor penting pada fase awal musim.

Dalam konteks persaingan, perubahan aerodinamika ini berpotensi meningkatkan peran pembalap dalam memaksimalkan performa. Dengan berkurangnya ketergantungan pada downforce bawah lantai yang sangat sensitif, kemampuan membaca grip, mengatur entry tikungan, dan mengelola keseimbangan mobil dapat kembali menjadi pembeda signifikan.

Bagi McLaren, pemahaman awal terhadap karakter aero baru akan krusial dalam menentukan arah pengembangan. Sementara bagi Piastri, regulasi 2026 membuka peluang untuk mengekspresikan gaya balap yang lebih fleksibel, sekaligus menguji kematangannya dalam menyesuaikan diri dengan perubahan teknis besar.

Seiring berjalannya tes pramusim dan balapan awal, bagaimana pembalap memanfaatkan “ruang gerak” baru yang disebut Piastri akan menjadi salah satu narasi utama Formula 1 2026, terutama dalam konteks siapa yang paling cepat beradaptasi dengan era aerodinamika aktif.

Discussion (0)

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU