Sebastien Ogier tidak pernah dikenal sebagai sosok yang suka menahan kritik. Enam puluh sembilan kemenangan dan sembilan gelar juara dunia memberinya hak untuk berbicara, dan di tengah start WRC ke-212 miliknya, juara bertahan itu dengan tegas menyuarakan ketidakpuasannya terhadap kondisi ban di Rally Paraguay. Jumat pagi yang seharusnya menjadi awal sempurna untuk mempertahankan gelar justru berubah menjadi mimpi buruk.
Ban kiri-belakangnya bocor, dan ia kehilangan 1,7 detik per mil dibandingkan rekan setimnya, Oliver Solberg. Belum lagi masalah kelistrikan yang mengganggu mobilnya. Kekesalan Ogier sudah mencapai puncaknya saat ia tiba di servis, tetapi kemudian semuanya menjadi lebih buruk. Terlalu cepat melewati puncak bukit, ia melebar dan menabrak tepi jalan, merusak suspensi kiri-depan Toyota GR Yaris Rally1-nya. Perbaikan darurat dengan kunci inggris gagal tujuh mil kemudian, dan Ogier pun tersingkir dari hari pertama.
Kritik Tajam Ogier untuk Hankook
Kekesalan Ogier tidak berhenti di situ. Dalam wawancara dengan DirtFish, ia melontarkan kritik pedas terhadap Hankook, pemasok tunggal ban WRC. "Ketika kamu satu-satunya pemasok di kejuaraan, kamu harus fokus pada reliabilitas, bukan performa," tegasnya. "Performa mereka tidak ada apa-apanya, tapi setidaknya aku tidak peduli soal itu. Kami semua pakai ban yang sama. Langkah pertama sekarang sederhana: ban baru yang kami pakai sejak Portugal ini jelas langkah mundur. Jadi, kembalikan ban lama dan segera mulai kerjakan produk yang lebih baik. Itu saja. Sangat sederhana."

Ogier juga menyoroti banyaknya insiden ban pada Jumat itu, yang menurutnya "jauh dari kata bisa diterima". Ia mengingatkan bahwa masalah serupa sudah terjadi sejak Portugal, di mana ia kehilangan kemenangan yang diperjuangkan dengan susah payah. "Mungkin aku memang salah satu yang paling vokal, seperti biasanya, tapi sekarang semua orang punya pendapat yang sama. Sesuatu harus segera dilakukan, karena ini tidak bisa diterima," tambahnya.
Kritik Ogier bukanlah hal baru. Ia sebelumnya juga sering mengeluhkan ban Pirelli ketika menjadi pemasok tunggal WRC. Namun kini, dengan bertambahnya suara protes dari pembalap lain, tekanan pada Hankook semakin besar. Manajer olahraga balap Hankook, Steven Cho, merespons dengan menyatakan bahwa menyeimbangkan reliabilitas dan performa adalah tantangan yang rumit. "Menyeimbangkan itu adalah tempat semua pengalaman dan teknologi masuk," ujarnya, mencoba membela produknya.
Bagi Ogier, ini bukan sekadar masalah teknis. Ini tentang kredibilitas kejuaraan. Dengan banyaknya pembalap yang mengalami masalah ban, ia menilai WRC telah gagal memberikan kondisi yang adil dan aman. "Ini lelucon murni," katanya tentang insiden Jumat. Pernyataan itu mungkin terdengar kasar, tetapi bagi seorang juara yang terbiasa menang, melihat balapan hancur karena masalah yang seharusnya bisa dihindari adalah sesuatu yang sulit diterima. Para penggemar pun pasti berharap Hankook segera bertindak, sebelum talenta seperti Ogier semakin frustrasi.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!