Esteban Ocon nyaris saja mengembalikan Haas ke zona poin pada GP Spanyol di sirkuit baru Madring, Madrid. Start dari posisi 13, pembalap Prancis itu langsung menyalip dua Audi di awal lomba, lalu naik ke urutan 10 setelah Lewis Hamilton tersingkir. Namun, drama Virtual Safety Car (VSC) akibat kegagalan teknis Lance Stroll mengubah segalanya. Ocon harus puas finis ke-11, tepat di luar sepuluh besar.
“Kami kecewa karena kami layak mendapat lebih; hari ini kami pantas meraih poin,” ujar Ocon dengan nada frustrasi. “Rencananya adalah melewati kedua Audi di start—dan itu berhasil—kami tahu akan sulit menahan mereka, tapi kami mampu melakukannya sampai pit stop. Saat pit stop kami kehilangan posisi, jadi kami harus menganalisis apa yang bisa saya lakukan lebih baik: apakah bisa berhenti di posisi yang lebih menguntungkan atau lainnya. Saya pikir pit stop kami bagus, tapi jelas milik mereka lebih baik.”
Meski gagal finis di zona poin, Ocon melihat sisi positif dari performa tim. “Kami memberikan yang terbaik di lintasan dan saya bangga pada semua orang: kami beralih dari tersingkir di Q1 menjadi bersaing untuk poin; ini sinyal positif dan menggembirakan untuk balapan berikutnya,” tambahnya. Haas memang tengah berjuang keras mengangkat performa setelah awal musim yang sulit. Kini mereka harus menghadapi kenyataan bahwa Audi semakin mendekat di klasemen konstruktor.

Di sisi lain garasi, Oliver Bearman mengalami nasib lebih nahit. Pembalap Inggris itu start dari pit lane akibat penggantian komponen Power Unit, dan VSC datang di waktu yang tidak tepat. “Sayangnya VSC datang di momen yang salah dan saya tidak mendapat keuntungan apa pun,” ujarnya setelah finis ke-16. “Akhir pekan yang sulit, tapi kesalahan sepenuhnya ada pada saya. Ada sisi positifnya: akhir pekan ini mengajari saya banyak hal, mungkin lebih dari akhir pekan yang mulus; saya belajar banyak sejak kemarin dan tidak akan mengulangi kesalahan itu.”
Bearman juga menilai mobilnya kompetitif. “Ketika saya mendapat lintasan bebas, pace saya setara dengan rival; sayangnya saya jarang mendapat lintasan bebas karena traffic. Ini memberi saya prospek bagus untuk Baku: sekarang kami bisa membalik halaman, mereset semuanya dan kembali lebih kuat,” pungkasnya. Kegagalan di Madrid menjadi pukulan telak bagi Haas, terutama karena Audi berhasil memangkas jarak di klasemen konstruktor lewat posisi Hulkenberg di depan Ocon.
Dengan hasil ini, Haas harus segera bangkit jika ingin tetap kompetitif. Balapan berikutnya di Baku menjadi kesempatan emas untuk membuktikan bahwa performa di Madrid bukan sekadar kebetulan. Ocon dan Bearman punya motivasi ekstra untuk membalas kekecewaan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!