SPONSORED

Naomi Schiff Ungkap Momen Mengerikan di Nurburgring

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Naomi Schiff Ungkap Momen Mengerikan di Nurburgring TO NEWS OVERVIEW
© Red Bull Content Pool

Naomi Schiff mengungkap pengalaman “mengerikan” yang pernah dialaminya di Nurburgring 24 Hours menjelang perhatian besar dunia motorsport terhadap edisi 2026 akhir pekan ini, terutama karena debut Max Verstappen di balapan legendaris Nordschleife.

Pundit Sky Sports F1 tersebut pernah tampil pada Nurburgring 24 Hours 2018 bersama True Racing menggunakan KTM X-Bow GT4 dan berhasil finis kedua di kelas Cup-X. Namun, Schiff mengakui tantangan terbesar di sirkuit Nordschleife bukan hanya soal kecepatan, melainkan perubahan kondisi cuaca yang ekstrem dan sulit diprediksi.

Edisi 2026 diperkirakan berlangsung dalam kondisi cuaca basah, sesuatu yang dapat menjadi tantangan tambahan bagi Verstappen yang menjalani debut balapan 24 jam di Nurburgring. Juara dunia Formula 1 empat kali tersebut juga belum memiliki pengalaman mengemudi di Nordschleife pada malam hari, faktor yang kerap dianggap sebagai salah satu ujian paling sulit dalam balapan endurance.

Laurent Mekies Reveals Key Red Bull Car Improvements
Read AlsoLaurent Mekies Reveals Key Red Bull Car Improvements

Schiff mengenang salah satu stint malamnya pada 2018 ketika hujan mulai turun setelah dirinya hanya tidur beberapa jam sebelum kembali ke mobil. Situasi menjadi semakin kompleks karena ia belum pernah mengendarai Nordschleife dalam kondisi hujan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

“Saya ingat bangun dini hari untuk stint berikutnya. Saya hanya tidur beberapa jam dan saat itu hujan turun. Saya belum pernah mengendarai trek ini dalam kondisi hujan, jadi saya berpikir, ‘Waktu yang tepat hujan turun justru saat balapan ketika saya belum pernah mencoba trek ini di kondisi basah,’” ujar Schiff.

Meski demikian, Schiff mengaku tetap menikmati tantangan tersebut karena karakter unik Nurburgring yang menghadirkan berbagai kategori mobil dengan perbedaan kecepatan signifikan dalam satu lintasan yang sama.

Namun, kondisi kabut tebal disebut menjadi pengalaman paling menakutkan sepanjang balapan. Dengan panjang lap Nordschleife lebih dari 25 kilometer, perubahan cuaca dapat terjadi drastis di setiap sektor lintasan.

ADVERTISEMENT

“Bagian yang benar-benar tidak saya nikmati adalah kabut. Di akhir Dottinger Hohe, trek lurus panjang di akhir lap, saya benar-benar tidak bisa melihat apa pun. Rasanya seperti mengemudi menuju dinding putih. Itu benar-benar mengerikan,” kata Schiff.

Menurut Schiff, situasi menjadi semakin sulit karena kondisi cuaca dapat berubah total hanya dalam satu lap. Dalam kelas GT4 yang dikendarainya, satu putaran memakan waktu sekitar sembilan setengah menit, cukup untuk membuat kabut berpindah drastis di area berbeda sirkuit.

Pengalaman tersebut kembali menyoroti tingkat kesulitan ekstrem Nurburgring 24 Hours, terutama bagi pembalap yang belum memiliki pengalaman panjang di Nordschleife. Dengan potensi hujan sepanjang akhir pekan, tantangan visibilitas, manajemen lalu lintas multi-kelas, dan adaptasi kondisi lintasan diperkirakan akan menjadi faktor utama dalam edisi 2026.

ADVERTISEMENT

Sumber: RacingNews365 dan wawancara Naomi Schiff jelang Nurburgring 24 Hours 2026.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU