Ketegangan di dalam garasi Ferrari sedang memanas menjelang GP Italia di Monza. Juan Pablo Montoya, mantan pembalap F1 asal Kolombia, menilai insiden radio Charles Leclerc di Zandvoort bisa menjadi preseden buruk bagi keseimbangan tim.
Dalam wawancara dengan AS Colombia, Montoya menyoroti momen ketika Charles Leclerc tampak tidak mematuhi instruksi dari muro pit saat GP Belanda. Menurut Montoya, tindakan itu seperti membuka kotak Pandora yang berbahaya.
“Apa yang dilakukan Leclerc dengan tidak menuruti insinyurnya telah membuka kotak Pandora yang mengerikan,” ujar Montoya. “Ini seperti dia berkata kepada tim, ‘Saya di atas perintah kalian, dan jika saya tidak setuju, saya tidak akan melakukannya.’ Ini tidak bisa dibiarkan.”

Montoya menambahkan bahwa sikap seperti itu hanya akan menciptakan atmosfer negatif dan memicu ketegangan internal di Ferrari, terutama saat tim sedang berusaha bangkit setelah dua balapan tanpa podium di Hungaria dan Zandvoort—sirkuit yang seharusnya cocok dengan SF-26.
Di sisi lain, Montoya mengakui bahwa Lewis Hamilton mungkin tidak akan naik podium di Zandvoort, tetapi tetap punya peluang. “Hamilton setengah detik lebih cepat, dan Ferrari mencoba menghindari masalah dengan memanggil Leclerc ke pit, tapi Charles praktis menunjukkan dia tidak mau mendengar jika itu menyangkut Hamilton,” jelasnya.
Hamilton sendiri sempat meminta maaf setelah mengkritik strategi tim saat balapan di Belanda. Kini perhatian tertuju pada Monza, di mana Ferrari berharap tampil kompetitif di depan publik sendiri, namun dinamika internal justru menjadi sorotan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!