Di usia 52 tahun, Mikko Lukka membuktikan bahwa pengalaman adalah segalanya. Ia dinobatkan sebagai juara co-driver Junior WRC setelah meraih kemenangan di kategori JWRC di Chile bersama Leevi Lassila. Kemenangan tersebut menjadi puncak musim yang penuh perjuangan bagi keduanya.
Lukka mengumpulkan total 113 poin, unggul atas Adrian Perez dari Spanyol yang berpasangan dengan Gil Membrado. Posisi ketiga diisi oleh Jorgen Eriksen, co-driver dari Calle Carlberg. Gelar ini melengkapi koleksi trofi Lukka, yang juga meraih kemenangan di Chile dan membantu Lassila finis sebagai runner-up di kategori JWRC.
Menariknya, gelar co-driver Junior WRC diraih Lukka meskipun Ali Turkkan keluar sebagai juara drivers. Turkkan menggunakan dua co-driver berbeda sepanjang musim, sehingga poinnya tidak dihitung untuk klasemen co-driver. Konsistensi Lukka bersama Lassila menjadi kunci utama kesuksesan mereka.

Musim 2025 menjadi musim yang naik-turun bagi Lassila dan Lukka. Selain kemenangan di Chile, mereka juga naik podium di Finlandia, Swedia, dan Portugal. Namun, reli Chile menjadi titik terendah ketika mereka hanya mencetak enam poin akibat retired. Meski demikian, mereka bangkit dan menutup musim dengan cara terbaik.
“Tentu saja, kemenangan pertama terasa fantastis. Kami juga mencapai target kami di event ini dengan meraih podium Kejuaraan Dunia. Ini akhir yang bagus untuk musim di mana kami terus berkembang,” ujar Lassila setelah reli.
Lukka bukanlah nama baru di dunia reli. Ia telah menjadi co-driver berpengalaman yang membimbing Lassila sejak akhir tahun lalu. Sebelumnya, ia juga membantu mengembangkan Matias Nevalainen dari kursi co-driver selama beberapa musim terakhir. Kiprahnya di WRC sudah dimulai sejak 2005, ketika ia berpasangan dengan Jarno Kinnunen di Mitsubishi pada Rally Finlandia. Sepanjang kariernya, Lukka telah tampil di 47 reli WRC dan meraih gelar WRC3 pada 2020 bersama Jari Huttunen.
Bagi Leevi Lassila, kerja sama dengan Lukka menjadi fondasi penting dalam kariernya. Dengan bimbingan Lukka, Lassila mampu menunjukkan perkembangan pesat dan bersaing di level tertinggi Junior WRC. Gelar co-driver ini pun menjadi bukti nyata dedikasi dan keahlian Lukka dalam mengarahkan pembalap muda.
Keberhasilan Lukka juga menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap kompetitif di motorsport. Dengan pengalaman puluhan tahun, ia mampu membaca situasi dan memberikan pacenote yang tepat, membantu Lassila tampil maksimal. Kisah Lukka menjadi inspirasi bagi banyak co-driver muda yang bercita-cita mengikuti jejaknya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!