Mercedes mengakui bahwa mereka tengah menyiapkan “update besar” untuk kembali bersaing di papan atas Formula 1, tetapi mereka juga sadar bahwa jalan menuju ke sana akan terasa berat. Dengan tekanan yang semakin besar dari rival, terutama McLaren yang tampil impresif musim ini, tim asal Brackley itu harus berpikir ekstra keras untuk memaksimalkan setiap peluang yang ada.
Kemenangan kedua Lando Norris musim ini, yang datang di Grand Prix Belanda, sempat memicu pertanyaan apakah Mercedes akan mempercepat jadwal pengembangan mobilnya. Namun, jawaban Toto Wolff cukup mengejutkan: “Kami tidak punya uang untuk mengejar perkembangan mobil,” ujarnya. Pernyataan itu langsung menjadi sorotan, mengingat tim ini sebenarnya belum banyak merilis paket upgrade baru sepanjang musim.
Strategi Mercedes memang berbeda dengan kebanyakan tim lain. Mereka memilih untuk mengatur ritme pengembangan secara lebih hati-hati, dengan jeda yang cukup panjang sejak paket besar terakhir mereka di Grand Prix Kanada pada bulan Mei. Hal ini memunculkan spekulasi: apakah mereka terlalu boros di awal tahun, atau justru menyimpan semuanya untuk ledakan performa di akhir musim? Yang jelas, Mercedes tidak tinggal diam.

Andrew Shovlin, direktur teknik di lintasan Mercedes, menjelaskan dalam debrief resmi tim bahwa mereka sebenarnya masih terus mengembangkan mobil, hanya saja belum waktunya untuk meluncurkan paket besar tersebut. “Persaingan sekarang sangat ketat. Kami masih menunggu update besar kami tiba, dan itu akan membantu. Tapi sementara itu, kami harus berjuang keras,” katanya. Kalimat itu cukup menggambarkan situasi tim yang tengah berusaha mengejar ketertinggalan di tengah keterbatasan.
Soal kapan paket update itu akan hadir, Mercedes masih bungkam. Namun, sangat tidak mungkin mereka membawanya ke Monza yang notabene sirkuit dengan downforce rendah, apalagi tim ini juga harus rela kehilangan kesempatan karena penalti mesin untuk Kimi Antonelli. Opsi yang lebih masuk akal adalah membawanya ke Grand Prix Madrid atau pada akhir pekan Malaysia-Singapura, meski sirkuit baru seperti Madrid mungkin bukan tempat ideal untuk menguji paket baru.
Jika melihat data upgrade yang dilaporkan ke FIA sepanjang 2026, Mercedes memang tertinggal cukup jauh. Ferrari telah membawa 40 komponen baru, Red Bull dan McLaren masing-masing 38, sementara Mercedes baru 24. Namun, angka itu tidak sepenuhnya menggambarkan besaran biaya pengembangan. Sebuah lantai mobil (floor) baru, misalnya, membutuhkan biaya jauh lebih besar daripada sekadar penutup kaca spion. Analisis berbobot yang memperhitungkan biaya setiap komponen baru menempatkan Red Bull di posisi teratas di antara empat tim terdepan, disusul McLaren, lalu Ferrari, dan Mercedes yang cukup jauh tertinggal.
Petunjuk lain datang dari direktur teknis Mercedes, James Allison, yang sebelumnya mengindikasikan bahwa tim mungkin sengaja menahan diri dari segi pengembangan untuk fokus pada regulasi baru yang akan datang. Dengan kata lain, Mercedes mungkin sedang bermain panjang, dan update besar yang dinanti-nanti itu bisa menjadi kunci kebangkitan mereka di paruh kedua musim. Namun, sampai saat itu tiba, mereka harus bertahan dalam pertarungan sengit yang tidak mudah.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!