Advertisement Sportrik
15s

Mengapa Valentino Rossi Masih Bersitegang dengan Marc Marquez

Mengapa Valentino Rossi Masih Bersitegang dengan Marc Marquez
© GettyImages

MotoGP, Sportrik Media – Perseteruan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez tetap menjadi konflik paling ikonik dalam sejarah MotoGP modern, bahkan lebih dari satu dekade setelah peristiwa yang memicunya terjadi. Ketegangan yang berakar pada musim kontroversial 2015 tidak pernah benar-benar mereda dan terus memengaruhi dinamika politik paddock hingga 2026.

© GettyImages

Pusat dari konflik tersebut adalah Grand Prix Malaysia 2015 di Sirkuit Sepang. Rossi menuduh Marquez dengan sengaja memengaruhi perebutan gelar juara dunia dengan mengganggu balapannya demi membantu Jorge Lorenzo. Insiden di lintasan yang berujung pada jatuhnya Marquez menyebabkan Rossi dikenai penalti dan harus start dari barisan terakhir di seri penentuan Valencia, sebuah hukuman yang secara efektif mengubur peluangnya meraih gelar dunia kesepuluh.

 

Marc Marquez Admits Adjustment Phase in Thailand
Read AlsoMarc Marquez Admits Adjustment Phase in Thailand

Sejak saat itu, Rossi kerap menyebut adanya “biscotto”—istilah Italia untuk menyiratkan permainan belakang layar—yang menurutnya melibatkan pembalap Spanyol. Hingga wawancara publik terakhirnya, Rossi tetap menilai Marquez sebagai figur yang merusak sportivitas dengan bertindak demi kepentingan pihak lain. Narasi ini membentuk luka yang terus terbuka, mengingat bagi Rossi, kejuaraan 2015 adalah warisan yang hilang secara tidak adil.

 Grand Prix Argentina 2018 di Termas de Río Hondo 

Ketegangan kembali membara pada Grand Prix Argentina 2018 di Termas de Río Hondo ketika Marquez menabrak Rossi hingga terjatuh. Bagi Rossi, insiden ini mempertegas keyakinannya bahwa gaya balap Marquez tidak hanya agresif, tetapi juga kurang menghormati hierarki dan keselamatan, sebuah nilai yang ia pegang kuat sejak era balap yang lebih konvensional.

 

ADVERTISEMENT

Dimensi lain dari konflik ini adalah perebutan status “Greatest of All Time”. Dengan sembilan gelar dunia, Rossi lama dianggap sebagai standar emas MotoGP. Sebelum cedera panjang Marquez pada 2020, banyak pihak memprediksi pembalap Spanyol itu akan melampaui rekor tersebut. Hingga 2026, persaingan itu berlanjut dalam bentuk berbeda: Rossi sebagai pemilik VR46 Racing Team dan Marquez sebagai ujung tombak Ducati Lenovo Team.

 

Kepindahan Marquez ke tim pabrikan Ducati pada 2025 memperdalam jurang. Keputusan itu dinilai Rossi merugikan ekosistem pembinaan yang ia bangun melalui VR46 Academy, sekaligus mengancam murid-muridnya seperti Francesco Bagnaia. Dalam pandangan Rossi, Marquez tidak hanya menjadi rival di lintasan, tetapi juga aktor politik yang memengaruhi arah kekuatan teknis di paddock.

 

Kesimpulannya, permusuhan Rossi–Marquez bukanlah akibat satu insiden, melainkan akumulasi dari gelar 2015 yang hilang, perbedaan nilai tentang sportivitas dan agresi, serta pertarungan warisan sejarah. Hingga Januari 2026, tanda-tanda rekonsiliasi hampir tidak terlihat—keduanya bahkan dilaporkan sengaja menghindari interaksi langsung di paddock—menjadikan konflik ini sebagai salah satu saga paling abadi yang terus dianalisis oleh Sportrik Media di https://sportrik.com.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free login.

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU