SPONSORED

Membangun Tim F1 Cadillac dari Nol: Tantangan Peter Crolla

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Membangun Tim F1 Cadillac dari Nol: Tantangan Peter Crolla TO NEWS OVERVIEW
Membangun Tim F1 Cadillac dari Nol: Tantangan Peter Crolla

Peter Crolla bukan nama yang asing di paddock Formula 1. Pria yang pernah membesut tim Haas sejak awal berdiri itu kini memegang peran krusial di Cadillac, tim anyar yang siap mengaspal penuh pada 2026. Namun, perjalanan itu bukan sekadar pindah meja kerja—ini soal membangun kembali segalanya dari nol.

Ketika Cadillac mulai mencari race team manager setahun sebelum debut, Crolla sedang berada di Haas setelah sembilan tahun mengabdi. Tawaran itu datang dari Graeme Lowdon, yang kala itu masih menjabat sebagai team principal. Bagi Crolla, ini adalah kesempatan langka yang tak mungkin ditolak: membangun tim lagi, sepuluh tahun setelah pengalaman pertamanya bersama Haas.

“Saya sudah di Haas lebih dari sembilan tahun, dan saya benar-benar butuh tantangan baru. Saya butuh sesuatu yang bisa mengembalikan semangat saya untuk olahraga ini,” ujar Crolla kepada Autosport di GP Belgia, sebelum kepemimpinan tim berganti ke Marcin Budkowski. “Saya suka elemen membangun tim. Ada kebanggaan besar di dalamnya, dan semuanya selaras pada waktu yang tepat.”

Tsolov wary of 'noise' amid Red Bull F1 seat speculation
Read AlsoTsolov wary of 'noise' amid Red Bull F1 seat speculation

Perjalanan Sembilan Bulan yang Menentukan

Membangun tim dari nol bukan pekerjaan instan. Crolla memulai dengan gedung kosong dan sebuah rencana, lalu diberi kewenangan penuh untuk mewujudkan visinya. Proses itu berlangsung selama sembilan bulan, yang ia sebut sebagai periode paling menyenangkan dalam kariernya.

ADVERTISEMENT

“Sembilan bulan itu mungkin yang paling menyenangkan sepanjang karier saya, mulai dari gedung kosong dan sebuah rencana, dan diberi otoritas untuk menciptakan visi Anda,” kenangnya. Momentum, otonomi, dan kegembiraan dalam proses itu memang tak tertandingi.

Peran race team manager sendiri sangat luas. Mulai dari mengatur organisasi tim selama event, hingga berkoordinasi dengan FIA dan manajemen F1 saat aksi di lintasan dimulai. Tapi ketika memulai dari nol, ada lapisan fondasi tambahan yang harus dibangun—sesuatu yang jarang terjadi di F1 mengingat minimnya pendatang baru.

Belajar dari Pengalaman Haas

Pengalaman Crolla di Haas menjadi bekal berharga. “Saat itu, olahraga ini masih di era Bernie Ecclestone. Skala adalah hal besar, dan ini juga pertama kalinya saya melakukannya. Saya bekerja dengan orang-orang hebat dan belajar banyak,” jelasnya. Pelajaran terbesarnya? Kalender dan tuntutan tim telah tumbuh pesat sejak saat itu.

ADVERTISEMENT

“Saya ingin memastikan kami mendekati ini sebagai proyek yang lebih modern,” tambahnya. Dengan pengalaman itu, Crolla membawa pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap perubahan regulasi dan teknologi.

Kini, dengan Budkowski menggantikan Lowdon sebagai team principal, Cadillac tetap pada jalurnya. Crolla dan timnya terus bekerja keras memastikan debut mereka di 2026 tidak hanya sekadar ikut serta, tetapi juga kompetitif. “Ini bukan pekerjaan sembilan sampai lima,” katanya menegaskan.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU