SPONSORED

McLaren Ungkap Kunci Kebangkitan Mengejutkan di F1 2026

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
McLaren Ungkap Kunci Kebangkitan Mengejutkan di F1 2026
TO NEWS OVERVIEW
Norris has won back-to-back races for McLaren

McLaren tengah menikmati momentum luar biasa di Formula 1 2026. Setelah Lando Norris memenangkan dua balapan beruntun di Hungaria dan Belanda, tim asal Woking itu kini menjadi sorotan utama paddock. Namun, di balik hasil manis tersebut, ada cerita panjang tentang perjuangan mengatasi start yang lambat di era regulasi baru.

Pada awal musim, MCL40 sebenarnya menunjukkan potensi menjanjikan, terutama di Suzuka. Sayangnya, konsistensi menjadi masalah besar. Tim kesulitan mengekstrak performa maksimal dari paket mobil mereka, dan tertinggal dari rival-rival utama seperti Mercedes dan Ferrari. Situasi itu membuat banyak pihak meragukan kemampuan McLaren untuk bersaing di papan atas.

Semuanya berubah saat Grand Prix Hungaria, tepat sebelum jeda musim panas. Untuk pertama kalinya di 2026, McLaren tampil lebih cepat dari Mercedes dan Ferrari dalam hal kecepatan murni. Norris sukses mengonversi performa apik itu menjadi kemenangan, mengungguli rekan setimnya, Oscar Piastri, dalam duel internal yang menegangkan. Kemenangan itu seolah menjadi titik balik yang membangkitkan kepercayaan diri seluruh tim.

Ferrari Junior Rafael Camara Tests Haas at Portimao, Hinting at 2027 F1 Seat?
Read AlsoFerrari Junior Rafael Camara Tests Haas at Portimao, Hinting at 2027 F1 Seat?

Andrea Stella, Principal Tim McLaren, menjelaskan bahwa kebangkitan ini bukanlah kebetulan. Timnya bekerja keras di pabrik untuk mengembangkan mobil secara agresif. Stella mengakui bahwa tidak semua upgrade berjalan mulus, tetapi tingkat keberhasilannya relatif tinggi. "Satu item yang tidak langsung mulus adalah front wing, kami harus melakukan beberapa modifikasi. Selain itu, tingkat keberhasilan upgrade kami cukup tinggi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Di Zandvoort, McLaren kembali membawa paket upgrade, meski lebih kecil dibandingkan di Hungaria. Stella menyebut bahwa peningkatan performa di Belanda lebih disebabkan oleh konsep mobil yang dioptimalkan untuk karakter sirkuit tersebut. Namun, ia juga mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang menanti. "Kami masih perlu meningkatkan manajemen ban, terutama untuk trek-trek konvensional ke depan," tambahnya.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi McLaren adalah adaptasi terhadap ban Pirelli 2026 yang baru. Stella menekankan bahwa meski mobil mereka kompetitif di kualifikasi, degradasi ban masih menjadi kelemahan yang harus diperbaiki. Sprint race di Zandvoort menjadi bukti nyata bahwa mereka belum sepenuhnya menguasai kondisi ban saat balapan panjang.

Kini, perhatian beralih ke Monza, sirkuit yang dijuluki "Kuil Kecepatan". McLaren tentu berharap bisa melanjutkan tren positif mereka. Namun, Stella tetap berhati-hati. "Kami senang dengan perkembangan ini, tapi masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan," pungkasnya. Dengan persaingan yang semakin ketat, setiap detail akan menentukan siapa yang keluar sebagai juara di akhir musim nanti.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU