Sesi kualifikasi sprint untuk Grand Prix Singapura diwarnai drama tinggi setelah Max Verstappen berhasil mengamankan posisi start terdepan. Namun, hasil gemilang pembalap asal Belanda ini langsung dinaungi awan gelap menyusul investigasi resmi yang dijatuhkan oleh pengawas balapan terhadap penampilannya di lintasan.
Jalannya sesi penentuan posisi start sprint perdana di sirkuit jalan raya Marina Bay ini langsung menyita perhatian sejak lampu hijau SQ1 menyala. Seluruh pembalap segera turun ke lintasan untuk mencatatkan waktu terbaik mereka di bawah tekanan sirkuit yang ketat dan menuntut konsentrasi tingkat tinggi.
Insiden pertama tidak terelakkan ketika bendera merah berkibar di tengah sesi SQ1. Pembalap Sergio Perez mengalami insiden yang menyebabkan hilangnya sebagian sayap depan mobilnya, memaksa petugas marshal untuk membersihkan serpihan karbon yang berserakan di atas permukaan aspal.

Setelah jeda singkat dan pembersihan lintasan yang intensif, jalur pit kembali dibuka dengan sisa waktu enam menit di SQ1. Situasi di lintasan langsung berubah menjadi sangat sibuk dan padat, di mana para pembalap berebut ruang kosong untuk mencatatkan putaran bersih tanpa terhalang lalu lintas.
Memasuki fase SQ2 yang sempat mengalami sedikit penundaan, ketegangan semakin meningkat saat para kontestan kembali menderu keluar garasi. Kesalahan kecil sempat dialami oleh George Russell yang melakukan penguncian roda atau lock up cukup besar, mengharuskannya untuk kembali berjuang mencatatkan waktu ulang demi mengamankan posisi grid terbaiknya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!