SPONSORED

Max Verstappen Pasang Badan Bela Rekan Setim Usai Dihujat di GT World Challenge

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Max Verstappen Pasang Badan Bela Rekan Setim Usai Dihujat di GT World Challenge
TO NEWS OVERVIEW
Christian Mansell’s Team MotoPark Mercedes-AMG GT3. Image: Supplied/Mercedes-Benz AG

Aksi Max Verstappen dalam debut balap ketahanan GT3 harus tercoreng oleh gelombang pelecehan dunia maya yang menimpa rekan setimnya. Tampil bersama Chris Lulham dan Ben Barnicoat di atas mobil Mercedes-AMG bernomor 3 untuk tim Mercedes-AMG Team Verstappen Racing, sang juara dunia Formula 1 empat kali tersebut terpaksa angkat bicara menanggapi situasi panas yang terjadi di Sirkuit Portimao, Portugal.

Akhir pekan balap penutup Endurance Cup selama tiga jam itu sejatinya menjanjikan potensi besar bagi skuad tersebut. Namun, sebuah insiden di tengah lomba mengubah jalannya balapan secara drastis ketika Lulham melakukan kontak dengan mobil Mercedes-AMG Team Mann-Filter nomor 48 yang dikemudikan oleh Luca Stolz, mengakibatkan mobil lawan melintir dan berujung pada hukuman penalti drive-through.

Keputusan pengawas balapan tersebut langsung memicu reaksi keras di luar lintasan. Pembalap muda asal Inggris berusia 23 tahun itu, Chris Lulham, mendadak menjadi sasaran empuk pesan-pesan bernada kebencian dan pelecehan personal dari oknum netizen. Merespons gelombang toksisitas tersebut, Verstappen langsung pasang badan untuk membela rekan mudanya melalui pernyataan tegas di media sosial.

Wayne Gardner Returns to Phillip Island for 2026 MotoGP
Read AlsoWayne Gardner Returns to Phillip Island for 2026 MotoGP

"Saya juga merasa perlu untuk berbicara tentang kebencian dan pelecehan yang diterima Chris setelah balapan," tulis Verstappen. "Setiap orang boleh berpendapat tentang apa yang terjadi di lintasan, tetapi serangan pribadi ini tidak dapat dibenarkan. Chris menjalani stint yang sangat kuat dan kesalahan bisa terjadi. Tidak ada tempat untuk pelecehan semacam ini di olahraga kita atau di tempat lain."

ADVERTISEMENT

Terlepas dari drama di luar trek dan penalti yang menjatuhkan posisi mereka, Verstappen mengaku tetap menikmati pengalaman pertamanya di ajang GT World Challenge Europe ini. Pembalap asal Belanda itu menunjukkan kelasnya dengan melakukan aksi penyelamatan gemilang selama 45 menit terakhir balapan untuk membawa timnya finis di peringkat kesembilan setelah sempat tercecer ke posisi ke-24.

"Ben memiliki stint pertama yang sangat hebat dengan menghindari kekacauan di awal dan membawa kami ke depan. Chris juga memulai stintnya dengan sangat kuat, menempatkan dirinya pada posisi yang baik," puji Verstappen mengenai performa rekan-rekannya. "Tapi kemudian, sayangnya, sedikit gerakan oportunistik pada mobil lain di depan berarti, tentu saja, kami menerima penalti drive-through yang pantas."

Perjalanan akhir pekan tersebut memang tidak berjalan mulus sejak sesi kualifikasi akibat kesalahan pengaturan setup pada mobil Mercedes yang membatasi performa mereka di grid. Namun, setelah melakukan penyesuaian signifikan menjelang balapan, kecepatan mobil terbukti sangat kompetitif, memungkinkan Ben Barnicoat melesat naik dari posisi ke-13 sebelum menyerahkan kemudi kepada Lulham yang sempat bertarung sengit di barisan depan.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU