Aksi Max Verstappen di ajang balap ketahanan kembali mencuri perhatian publik internasional setelah ia turun gunung pada seri penutup GT World Challenge di Sirkuit Portimao. Kehadiran bintang Red Bull Racing tersebut tidak hanya mendatangkan antusiasme masif dari para penggemar, tetapi juga menghadirkan drama tersendiri di lintasan balap GT3 yang kompetitif.
Memulai balapan dari posisi start ke-24 setelah sesi kualifikasi yang berjalan kurang mulus, pembalap asal Belanda itu langsung menunjukkan kelasnya. Dengan determinasi tinggi, ia sukses merangsek ke barisan depan dan finis di posisi kesembilan, termasuk saat melakukan aksi overtake krusial atas pembalap muda Arthur Leclerc sepanjang perlombaan berlangsung.
Kendati demikian, ambisi skuad untuk meraih hasil lebih baik harus kandas akibat hukuman penalti drive-through. Sanksi tersebut dijatuhkan pengawas lomba setelah Chris Lulham yang berbagi kokpit Mercedes-AMG GT3 nomor 3 terlibat insiden senggolan di trek dengan mobil Mercedes bernomor 48, membuat posisi mereka melorot jauh ke belakang.

Selepas perlombaan usai, alih-alih fokus pada performa teknis mobil, situasi justru memanas di dunia maya. Rekor sang rekan setim, Chris Lulham, menjadi sasaran empuk gelombang kritik pedas serta serangan kebencian dari sejumlah oknum netizen di media sosial.
Melihat situasi yang tidak kondusif tersebut, juara dunia Formula 1 empat kali ini langsung mengambil sikap tegas dengan mengeluarkan pembelaan terbuka melalui akun Instagram pribadinya guna meredam teror digital. "Es war ein aufregendes Wochenende! Ich war sehr glucklich, in unserem GT3-Renner in Portimao anzutreten. Es gab einige Hohen und Tiefen, aber als Team haben wir viel gelernt," ungkapnya.
Lebih lanjut, pemegang rekor kemenangan GP terbanyak itu mengecam keras tindakan toksik para warganet yang menyerang rekan setimnya secara personal. "Ich halte es ausserdem fur notig, mich zu dem Hass und den Angriffen zu aussern, denen Chris nach dem Rennen ausgesetzt war. Jeder kann seine eigene Meinung dazu haben, was auf der Rennstrecke passiert ist, aber diese personlichen Angriffe sind nicht in Ordnung. Chris hat einen wirklich starken Stint hingelegt, und Fehler konnen nun einmal passieren. Fur diese Art von Angriffen ist in unserem Sport ā oder sonst wo ā kein Platz," pungkasnya tegas.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!