Dunia balap kembali diusik oleh sisi gelap media sosial ketika Max Verstappen secara terbuka melayangkan kecaman keras terhadap gelombang kebencian dan pelecehan online yang diterima oleh rekan setimnya, Chris Lulham, usai drama penutup GT World Challenge Europe Endurance Cup 2026 di Sirkuit Portimao. Insiden panas tersebut bermula ketika sang pembalap asal Inggris tengah menjalani stint krusial dalam balapan berdurasi tiga jam dan mampu bertarung kompetitif di jajaran sepuluh besar sebelum insiden senggolan tak terhindarkan terjadi di atas lintasan.
Petaka bagi skuad #3 Team Verstappen Racing Mercedes-AMG terjadi tatkala Lulham melakukan kontak dengan mobil #48 Winward Racing Mercedes yang dikemudikan oleh Luca Stolz. Akibat manuver yang dinilai melewati batas tersebut, pengawas balapan langsung menjatuhkan hukuman penalti drive-through yang seketika menghancurkan peluang emas tim untuk meraih kemenangan, padahal mereka telah melakukan kerja keras luar biasa merangsek naik dari posisi ke-14 di grid awal.
Juara dunia Formula 1 empat kali, Verstappen, yang mengambil alih kemudi untuk stint pamungkas, harus bekerja ekstra keras untuk menyelamatkan hasil akhir timnya. Di tengah tekanan mental yang tinggi, mobil bernomor tiga tersebut menunjukkan ketahanan luar biasa hingga akhirnya mampu finis di posisi kesembilan yang patut diacungi jempol setelah perjuangan panjang dari barisan belakang, bahkan sempat bertarung sengit di sisa empat menit terakhir demi melewati mobil Ferrari yang dikemudikan oleh Arthur Leclerc, saudara dari pembalap F1 Charles Leclerc.

Sayangnya, performa impresif tersebut justru dinodai oleh reaksi toksik dari segelintir oknum netizen di dunia maya yang melancarkan serangan personal kepada Lulham akibat kesalahan di lintasan. Merasa geram dengan tindakan tidak terpuji tersebut, Verstappen langsung menggunakan akun Instagram pribadinya untuk membela sang rekan setim secara tegas dan tanpa kompromi.
"Saya juga merasa perlu untuk bersuara menentang kebencian dan pelecehan yang diterima Chris setelah balapan," tulis Verstappen dalam pernyataan resminya. "Setiap orang boleh memiliki opini tentang apa yang terjadi di atas lintasan, tetapi serangan personal ini sama sekali tidak dapat diterima. Chris telah menjalani stint yang sangat kuat dan kesalahan adalah hal yang manusiawi. Tidak ada ruang bagi bentuk pelecehan seperti ini di dalam olahraga kita maupun di tempat manapun."
Dukungan moral serupa juga datang dari Ben Barnicoat, yang melengkapi susunan pembalap di mobil #3 sebagai pengganti sementara untuk Dani Juncadella dan Jules Gounon. Melalui unggahan di media sosial pribadinya, ia turut memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh anggota tim. "Usaha yang luar biasa oleh Chris Lulham dan Max Verstappen di setiap sesi dan setiap stint, terima kasih telah menjadi rekan setim yang hebat!" ungkap Barnicoat. Sementara itu, jalannya balapan utama sendiri akhirnya dimenangkan dengan gemilang oleh trio Fabian Schiller, Ralf Aron, dan Maxi Gotz di atas kemudi #17 GetSpeed Mercedes-AMG, sebelum kini Verstappen harus mengalihkan fokus penuhnya menuju Austin untuk menghadapi kerasnya persaingan GP Amerika Serikat.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!