Formula 1, Sportrik Media - Max Verstappen kembali dikaitkan dengan potensi kepindahan ke Mercedes-AMG Petronas Formula One Team di tengah penurunan performa Oracle Red Bull Racing pada awal musim Formula 1 2026.
Spekulasi ini diperkuat oleh pandangan mantan pembalap F1 Jolyon Palmer, yang meyakini bahwa pembicaraan antara Verstappen dan Mercedes berpotensi kembali terjadi. Sebelumnya, kedua pihak sempat melakukan diskusi pada 2025 saat Red Bull mengalami penurunan performa, sebelum akhirnya Verstappen tetap bertahan untuk musim 2026.
Namun, dinamika kompetitif musim ini berubah signifikan. Mercedes tampil kuat dengan dua kemenangan di dua seri pembuka, sementara Red Bull justru tertinggal dalam peta persaingan dan belum mampu menantang di barisan depan. Kondisi ini dinilai dapat memicu kembali ketertarikan Verstappen terhadap proyek Mercedes.

“Pembicaraan itu akan terjadi karena Red Bull tidak akan memenangkan gelar tahun ini. Mereka terlihat memiliki terlalu banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” ujar Palmer dalam podcast F1 Nation.
Palmer menilai bahwa ambisi Verstappen sebagai pembalap papan atas tidak sejalan dengan posisi Red Bull saat ini, yang kesulitan bersaing di posisi terdepan baik dalam kualifikasi maupun balapan.
“Max tidak berada di Formula 1 untuk finis kedelapan di kualifikasi atau tidak bersaing untuk podium. Ia akan mencari cara untuk masuk ke Mercedes karena mereka memiliki mobil terbaik,” tambahnya.
Di sisi lain, prinsipal Mercedes Toto Wolff telah merespons rumor tersebut dengan menegaskan kepuasannya terhadap susunan pembalap saat ini, yaitu George Russell dan Kimi Antonelli. Keduanya dinilai mampu memenuhi ekspektasi performa tim dalam fase awal regulasi baru.
Meski demikian, Palmer menegaskan bahwa Mercedes tidak dapat mengabaikan peluang untuk merekrut Verstappen jika kesempatan tersebut benar-benar terbuka. Ia menilai bahwa keunggulan performa Mercedes saat ini berpotensi berkurang seiring perkembangan musim, sehingga keputusan strategis harus dipertimbangkan sejak dini.
“Jika Anda berada di posisi Toto dan memiliki kesempatan merekrut Max, sementara tim lain mulai mendekat, Anda tidak bisa mengabaikannya. Kami sudah melihat ada pembicaraan sebelumnya dan bahkan sempat menimbulkan ketegangan,” jelas Palmer.
Ia juga menyinggung dinamika internal yang sempat muncul, termasuk respons Russell terhadap rumor yang menyebut Verstappen berpotensi menggantikan posisinya. Hal ini menunjukkan bahwa isu transfer Verstappen tidak hanya berdampak pada pasar pembalap, tetapi juga pada stabilitas internal tim.
Dengan performa Mercedes yang kompetitif dan Red Bull yang masih mencari solusi teknis, potensi perpindahan Verstappen tetap menjadi salah satu narasi utama dalam musim 2026. Perkembangan ini akan sangat bergantung pada arah performa kedua tim dalam beberapa seri berikutnya, terutama menjelang fase krusial kalender Eropa.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!