Awan gelap menyelimuti masa depan Rally Paraguay dalam kalender WRC. Gelaran yang baru saja merayakan kesuksesan edisi keduanya pada Agustus 2026 lalu dengan kemenangan Sami Pajari, kini harus menghadapi turbulensi finansial dan politik yang sangat serius di negara tuan rumah.
Krisis ini dipicu oleh kolapsnya Ueno Bank, sponsor utama ajang reli tersebut, yang mengalami kesulitan keuangan parah hingga memicu intervensi dari bank sentral Paraguay. Dampaknya tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, namun merembet ke ranah politik dengan Presiden Paraguay, Santiago Peña, yang mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis lalu di tengah tekanan publik terkait krisis perbankan tersebut.
Meskipun pengunduran diri tersebut belum disahkan oleh Kongres, posisi politik Peña yang krusial bagi keberlangsungan reli ini menjadi sorotan. Presiden Peña dikenal sebagai motor utama di balik masuknya Paraguay ke dalam kalender WRC sejak 2025. Keterlibatannya sangat personal, mulai dari negosiasi dengan promotor kejuaraan hingga mengamankan dukungan sponsor korporasi.

Anggota komite penyelenggara, Camilo Pérez, tidak menampik adanya kekhawatiran mendalam mengenai keberlangsungan ajang ini. Dalam komentarnya kepada radio ABC Cardinal, Pérez menyatakan, "Saya akan jujur, saya khawatir tentang reli ini. Ueno telah menjadi sponsor utama reli setiap tahun, dan kami harus mencari sponsor baru untuk tahun depan. Kami juga masih terikat kontrak."
Meskipun demikian, Pérez tetap optimistis bahwa solusi dapat ditemukan. Mengingat kontrak penyelenggaraan saat ini masih mencakup reli edisi tahun depan yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2027, tantangan bagi penyelenggara kini adalah segera mencari mitra finansial baru untuk menambal lubang yang ditinggalkan oleh Ueno Bank di tengah ketidakpastian politik yang masih berkecamuk.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!