Marc Marquez tidak pernah kehilangan akal untuk membuat penggemar MotoGP tersenyum. Setelah merebut kemenangan dramatis di Grand Prix San Marino, pebalap Ducati itu mengaku bahwa rival-rivalnya telah memberinya “hadiah” yang rasanya sangat manis. Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Misano, Marquez memanfaatkan crash yang dialami Marco Bezzecchi pada lap pembuka untuk mengklaim kemenangan kelimanya dalam tujuh balapan terakhir.
Kemenangan ini membawa Marquez ke puncak klasemen MotoGP, menyamai perolehan poin Jorge Martin dari Aprilia, namun unggul berkat jumlah kemenangan yang lebih banyak. Kemenangan di Misano menjadi puncak dari comeback luar biasa Marquez, yang sempat tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen saat ia kembali dari cedera di Mugello pada Mei lalu.
“Saya siap membalap di Mugello, tidak dalam kondisi 100 persen, tapi setidaknya untuk mempersiapkan peluang memenangkan balapan. Saat itu saya tidak memikirkan juara dunia karena bukan di tangan saya,” ujar Marquez. “Tapi rival-rival memberi saya hadiah. Dan ketika saya mencicipi hadiah itu, rasanya manis. Saya berusaha mengambil keuntungan maksimal dari gaya balap saya, motor saya, dan tim saya.”

Perubahan besar terjadi di Grand Prix Hungaria di Balaton Park, di mana Marquez kembali ke jalur kemenangan sementara rival-rivalnya mulai tersandung masalah. Jorge Martin terlibat insiden multi-motor, sementara Bezzecchi diskors dari GP Ceko karena memukul seorang marshal di sprint race. Cedera yang menimpa Bezzecchi dan Ai Ogura dari Trackhouse, serta penurunan performa Fabio di Giannantonio dari VR46, semakin memperlebar peluang Marquez.
Di Misano, duel sengit antara Marquez dan Bezzecchi yang dinanti-nanti publik tuan rumah pupus sebelum benar-benar dimulai. Bezzecchi yang start dari pole position terjatuh di Tikungan 13 pada lap pertama, membuang peluang bersaing di depan. “Pada lap pertama, sulit untuk berkata [apa yang terjadi],” tambah Marquez. “Balapan akan berbeda jika saya harus bertarung dengan Bezzecchi sampai akhir.”
Meski demikian, Marquez tidak mau menganggap remeh persaingan. Ia sadar bahwa keunggulannya saat ini tidak lepas dari kesalahan rival, namun ia juga menegaskan bahwa kecepatan dan pengalamannya berperan besar. Dengan sisa musim yang masih panjang, Marquez bertekad untuk terus tampil konsisten dan tidak menyia-nyiakan momentum.
“Saya hanya mencoba fokus pada diri sendiri dan tim. Setiap balapan adalah cerita berbeda, dan saya ingin memastikan bahwa ketika hadiah itu datang lagi, saya siap mengambilnya,” pungkasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!