Marc Marquez kembali mencatatkan sejarah. Dengan kemenangannya di Grand Prix Aragon, pebalap asal Cervera itu resmi melewati rekor Valentino Rossi dalam jumlah kemenangan di kelas MotoGP. Torehan itu menjadi bukti nyata bahwa perlahan-lahan, sang murid telah melampaui gurunya.
Rossi dan Marquez memang kerap disebut sebagai dua pebalap terhebat sepanjang masa, tentu dengan permisi kepada Giacomo Agostini. Namun Rossi punya tempat spesial: ia tidak hanya juara, tetapi juga mengubah cara orang melihat balap motor. Popularitasnya meledak, membawa MotoGP ke panggung global yang lebih luas.
Rossi juga menjadi saksi pergantian era dari 500cc ke MotoGP. Ia adalah yang terakhir menang di 500cc dan yang pertama menang di MotoGP. Kepindahannya dari Honda ke Yamaha kala itu sempat dianggap bunuh diri, tetapi justru berbuah manis. Sementara Marquez datang sebagai pewaris takhta, dan dengan gaya agresifnya, ia terus memecahkan rekor sejak debutnya di kelas premier.

Kemenangan di Aragon adalah yang ke-77 bagi Marquez di MotoGP, mengungguli 76 milik Rossi. Namun, perlu dicatat bahwa Rossi masih unggul total jika menghitung kemenangan di 500cc—ia mengantongi 13 kemenangan tambahan, sehingga totalnya menjadi 89. Artinya, Marquez baru benar-benar unggul secara keseluruhan jika ia mencapai angka 90 kemenangan.
Usia menjadi faktor pembeda dalam perbandingan ini. Rossi pensiun di usia 42 tahun, sembilan tahun lebih tua dari usia Marquez saat ini. Rossi meraih kemenangan pertamanya di usia 21 tahun, sementara Marquez lebih muda, 20 tahun. Untuk kemenangan terakhir, Rossi tercatat menang di Assen saat berusia 38 tahun, sedangkan Marquez di Aragon di usia 33 tahun—masih ada banyak waktu untuk menambah jumlahnya, terlebih ia baru saja memperpanjang kontrak dengan Ducati selama dua musim.
Menariknya, distribusi kemenangan mereka berbeda. Rossi mengumpulkan 77 kemenangan antara usia 20-30 tahun, sementara Marquez 'hanya' 59 di periode yang sama. Namun di usia 30-an, Marquez justru lebih produktif: 18 kemenangan dibanding Rossi yang 12. Semua kemenangan Marquez di usia ini datang bersama Ducati, motor yang dianggap terbaik di grid, meski ia juga harus berjuang melawan kondisi fisiknya yang tidak selalu prima.
Yang jelas, meski catatannya sudah luar biasa, Marquez masih punya banyak cerita untuk ditulis. Lengan kanannya mungkin bukan lagi yang dulu, tetapi semangatnya untuk terus menang tidak pernah pudar. Pertanyaannya kini: mampukah ia mengejar total 90 kemenangan dan benar-benar menggeser Rossi dalam segala hal?



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!