SPONSORED

Marquez Juara Aragon, Tapi Acosta Bintang Sebenarnya?

Notifikasi
0
Marquez Juara Aragon, Tapi Acosta Bintang Sebenarnya?
TO NEWS OVERVIEW
Marquez Juara Aragon, Tapi Acosta Bintang Sebenarnya?

Marc Marquez memetik 37 poin yang ia targetkan di Grand Prix Aragon, tapi apakah ia benar-benar bintang akhir pekan ini? Ya, tentu saja, tapi ada satu pembalap lain yang bersinar sama terangnya, dan perebutan posisi teratas dalam peringkat pembalap kami akhir pekan ini sangat ketat.

Pembalap Marc Marquez memang tampil dominan di KTM miliknya, tetapi penampilan Pedro Acosta di atas motor RC16 yang sama membuat kami berpikir dua kali. Statistik berikut yang menjadi pembeda: putaran tercepat Acosta di Aragon adalah 1 menit 47,093 detik, putaran tercepat ke-20 miliknya 1 menit 47,457 detik, sementara putaran tercepat pembalap KTM non-Acosta adalah 1 menit 47,734 detik. Konsistensi yang luar biasa dari rookie tersebut layak mendapat pengakuan.

Acosta memulai dari posisi keenam, finis keempat di sprint, dan kedua di grand prix. Ia memang sempat crash di FP1 dan Q2, serta merusak motornya saat menariknya ke slot grid setelah melewati batas. Namun, kecepatan murninya sepanjang akhir pekan membuat kami menempatkannya di puncak peringkat, mengungguli Marquez yang tampil sempurna.

Marquez Wins Aragon, But Was Acosta the Real Star?
Read AlsoMarquez Wins Aragon, But Was Acosta the Real Star?

Sementara itu, Marco Bezzecchi dari Aprilia mengakui bahwa Marquez "pasti menyembunyikan sedikit kemampuan". Meski Bezzecchi dan Acosta berusaha keras, Marquez tidak pernah terlihat bisa dikalahkan saat poin dipertaruhkan. Bezzecchi sendiri finis ketiga di sprint dan grand prix, menunjukkan kontrol penuh atas performanya meski masih diganggu cedera lutut kiri yang ia dapatkan di Assen dua bulan lalu.

ADVERTISEMENT

Kabar baik lainnya datang dari Johann Zarco yang kembali setelah cedera. Ia tampil impresif, finis ke-15 di grand prix setelah menjalani dua long lap penalty, dan mengaku hanya mengalami kram pada Jumat yang ia hubungkan dengan "enam kopi pada Kamis". Kecepatannya di akhir pekan menunjukkan kondisi fisik yang prima, meski ia masih perlu membiasakan diri dengan balapan roda-ke-roda.

Dengan hasil ini, persaingan menuju akhir musim semakin menarik. Marquez memperkuat posisinya di puncak klasemen, tetapi Acosta membuktikan bahwa ia adalah ancaman nyata. Pertarungan musim ini masih jauh dari selesai.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU