Marc Marquez menyebut motor dan tim sebagai kekuatan terbesar yang akan menopangnya dalam perebutan gelar MotoGP 2026, sekaligus memperingatkan bahwa tujuh balapan terakhir musim ini akan berlangsung sangat ketat. Pembalap Ducati tersebut kini berada 12 poin di belakang Jorge Martin setelah kehilangan posisi puncak klasemen usai MotoGP Austria.

Marquez sempat mengambil alih pimpinan klasemen untuk pertama kalinya musim ini setelah memenangkan Grand Prix San Marino. Hasil tersebut menghapus defisit 102 poin yang sebelumnya memisahkannya dari posisi teratas sejak Grand Prix Italia pada Mei. Namun, posisi itu kembali berubah setelah ia finis kedua dalam sprint dan kelima pada balapan utama di Austria.
Ketika ditanya mengenai senjata terbesarnya untuk tujuh balapan terakhir, Marquez tidak menunjuk talenta maupun pengalamannya. Ia justru menempatkan paket teknis dan dukungan tim sebagai faktor utama.

“Motor saya dan tim saya,” kata Marquez ketika ditanya mengenai kekuatan terbesarnya dalam perebutan gelar.
Ketika kembali ditanya apakah bukan talenta atau pengalamannya yang menjadi senjata utama, Marquez menegaskan jawabannya tetap sama.
“Tidak, motor saya dan tim saya,” ujarnya.
Marquez juga melihat empat pembalap teratas sebagai kandidat yang masih siap bertarung untuk gelar. Pedro Acosta berada di posisi keempat dan terpaut 72 poin, tetapi kemenangan di Austria membuat pembalap KTM tersebut kembali menunjukkan bahwa persaingan belum hanya melibatkan tiga nama teratas.
Marquez menyoroti perkembangan KTM sejak Silverstone, terutama setelah pabrikan tersebut membuka kembali mesinnya dan mendapatkan peningkatan tenaga. Menurutnya, perubahan tersebut membuat Acosta kembali memiliki paket yang mampu bersaing dalam perebutan gelar.
“Empat pembalap teratas siap bertarung untuk kejuaraan. Seperti yang kita lihat dari Pedro, misalnya, sejak Silverstone KTM membuka mesin dan kembali memiliki tenaga yang bagus. Mereka siap bertarung untuk kejuaraan,” kata Marquez.
Jelang MotoGP Jepang di Motegi, Marquez justru menempatkan Acosta sebagai pembalap yang perlu diperhatikan setelah hasil di Austria. Ia menilai catatan Acosta di Motegi menjadi alasan utama, mengingat pembalap KTM tersebut sudah menunjukkan kecepatan tinggi di sirkuit Jepang dalam dua musim sebelumnya.
“Di Motegi, setelah GP ini, Pedro kembali menjadi favorit. Setiap tahun dia sangat cepat di sana. Jadi, kita lihat saja. Seperti yang saya katakan, empat pembalap teratas, tujuh balapan terakhir akan sangat ketat,” ujar Marquez.
Persaingan tersebut juga berlangsung ketika Marquez masih menghadapi persoalan pada bahu kanannya. Dalam beberapa pekan terakhir, tingkat cedera tersebut kembali menjadi perhatian setelah ahli bedahnya menyebut kapasitas lengannya berada di sekitar 50 persen dari kondisi maksimal.
Dengan tujuh balapan tersisa, perebutan gelar MotoGP 2026 kini memasuki fase penentu. Setelah Austria, Marquez tertinggal 12 poin dari Martin, sementara Acosta tetap berada dalam jangkauan persaingan berdasarkan perolehan poin yang ada.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!