MotoGP, Sportrik Media - Marc Marquez mengungkapkan bahwa dirinya “jatuh pada waktu yang tepat” dalam perjalanannya meraih kemenangan dramatis di Sprint MotoGP Jerez 2026, meski mengakui adanya kesalahan strategi.
Pembalap Ducati Lenovo Team tersebut memulai hari dengan meraih pole position pertamanya musim ini, sebelum mengonversinya menjadi kemenangan sprint kedua pada musim 2026. Namun, kemenangan itu tidak diraih secara mulus setelah ia mengalami kecelakaan saat berada di posisi kedua dengan lima lap tersisa, ketika intensitas hujan meningkat di Sirkuit Jerez.
Setelah terjatuh, Marquez langsung masuk ke pitlane untuk mengganti motor ke spesifikasi basah, sebelum akhirnya kembali ke lintasan dan memenangkan balapan dengan selisih lebih dari tiga detik atas rekan setimnya Francesco Bagnaia.

Marquez menjelaskan bahwa meskipun hasil akhirnya positif, ia menyadari bahwa keputusan bertahan terlalu lama dengan ban slick merupakan kesalahan yang krusial.
“Hari ini saya bisa bilang saya jatuh dengan cara terbaik, di waktu yang tepat dan di tikungan yang tepat. Tapi tentu saja, Anda tidak pernah ingin jatuh. Saya rasa itu kesalahan untuk tetap bertahan satu lap lebih lama,” ujar Marquez.
Ia juga mengaitkan situasi tersebut dengan insiden serupa yang pernah dialaminya di Aragon 2014, ketika ia juga terjatuh akibat bertahan dengan ban slick dalam kondisi lintasan yang semakin basah.
“Situasinya sulit, dan saya tidak mengambil keputusan yang tepat. Tapi saya beruntung jatuh di tikungan terakhir. Setelah itu saya menunggu hingga rombongan pembalap lewat sebelum masuk pit untuk mengganti motor, karena motor yang saya pakai juga sudah rusak,” jelasnya.
Setelah kembali ke lintasan, Marquez langsung melanjutkan balapan dengan agresif. Ia berhasil menyalip Bagnaia, sementara insiden yang dialami pembalap lain membuka jalan baginya untuk kembali ke posisi terdepan.
Menurut Marquez, kesalahan strategi tersebut bukan hanya terjadi padanya, tetapi juga dialami oleh banyak pembalap lain yang mencoba bertahan dengan ban slick terlalu lama.
“Semua pembalap melakukan kesalahan yang sama. Anda berpikir hanya tinggal beberapa lap lagi, jadi mencoba bertahan. Tapi hujan turun sangat deras dan lintasan benar-benar basah, sehingga mustahil melanjutkan dengan ban slick,” tambahnya.
Marquez juga menegaskan bahwa keputusannya masuk pit bukan hanya karena kondisi lintasan, tetapi juga karena kerusakan pada motor akibat kecelakaan.
“Saat saya mengangkat motor, saya melihat handlebar tidak dalam posisi normal dan sulit dikendalikan. Saya langsung tahu tidak mungkin melanjutkan, jadi saya masuk pit. Itu momen yang sangat krusial, karena jika jatuh di tikungan awal, balapan bisa langsung berakhir,” tutupnya.
Kemenangan ini menjadi bukti kemampuan adaptasi Marquez dalam kondisi balapan yang kompleks, sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan kejuaraan menjelang balapan utama di Jerez.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!