Marc Marquez memang keluar sebagai pemenang ganda di MotoGP Aragon 2026, tetapi ada satu nama yang layak dapat sorotan lebih: Marco Bezzecchi. Pembalap Aprilia itu finis ketiga di sprint dan balapan utama, memperkecil jarak ke pemuncak klasemen Jorge Martin menjadi 24 poin menjelang San Marino.
Sprint yang Menentukan
Di sprint, Marquez melakukan manuver berani ke arah polesitter Bezzecchi di Tikungan 1 pada lap pembuka. Itu memberinya 12 poin berharga. Namun, di balapan utama, segalanya tidak semudah itu.
Marquez sempat lupa mematikan ride height device belakang saat start, membuatnya kehilangan posisi dari Bezzecchi dan rekan setimnya, Jorge Martin. Ia harus bekerja keras untuk merebut kembali pimpinan balapan.

Duel Sengit di Tikungan 15
Pada lap keenam, Marquez berhasil mengejar ketertinggalan hampir satu detik dari Bezzecchi dan melakukan overtake di Tikungan 15. Keduanya kemudian bersaing ketat di lintasan lurus sepanjang satu kilometer, dengan Marquez unggul tipis di zona pengereman.
Pedro Acosta dari KTM ikut memanfaatkan situasi, menyalip Bezzecchi di Tikungan 16/17. Marquez kemudian menjauh dan menang dengan selisih 1,754 detik.
Kebangkitan Bezzecchi
Meski hanya finis ketiga, Marco Bezzecchi menunjukkan kebangkitan luar biasa setelah cedera lutut dan tulang selangka. Dua podium beruntun membuatnya kembali kompetitif. Ia kini hanya terpaut 24 poin dari Jorge Martin dan akan menjadi favorit di Misano.
Sementara itu, Marc Marquez kembali menunjukkan dominasinya di sirkuit berlawanan arah jarum jam. Kemenangan ini membawanya naik ke posisi kedua klasemen, hanya 19 poin dari Martin. Namun, cerita terbesar akhir pekan ini mungkin bukan tentang Marquez, melainkan tentang Bezzecchi yang perlahan kembali ke jalur juara.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!