WRC, Sportrik Media - Juha Kankkunen memperkirakan perebutan gelar WRC 2026 akan berlangsung hingga putaran terakhir setelah para pembalap Toyota Gazoo Racing WRT menguasai lima posisi teratas klasemen. Kemenangan Sebastien Ogier di Acropolis Rally Greece semakin memperketat persaingan internal tim menjelang dua reli gravel cepat berikutnya.
Elfyn Evans masih memimpin klasemen sebelum Rally Estonia dan Rally Finland. Ia diikuti rekan setimnya, Takamoto Katsuta dan Ogier, sedangkan Sami Pajari serta Oliver Solberg melengkapi dominasi Toyota di posisi keempat dan kelima.
“Situasinya sangat menarik. Para pembalap kami sangat berdekatan dalam klasemen, jadi saya percaya kami akan melihat pertarungan hebat untuk kejuaraan hingga akhir musim,” kata Kankkunen.

Kankkunen memberikan pujian khusus kepada Pajari setelah penampilannya di Yunani. Evans, sebaliknya, kehilangan terlalu banyak waktu ketika membuka jalan pada hari pertama dan kemudian mengalami ban bocor, sehingga tidak mampu kembali masuk ke perebutan kemenangan meski tetap menunjukkan kecepatan yang kompetitif.
Performa Solberg masih membutuhkan peningkatan konsistensi. Setelah memenangi Rally Monte Carlo pada pembuka musim, pembalap Swedia tersebut belum berhasil menjalani satu reli sepenuhnya bersih. Kankkunen menilai Toyota masih perlu membantunya menghindari kesalahan dan menjaga mobil tetap berada di lintasan.
Kankkunen juga mengakui kemajuan M-Sport bersama Ford di Yunani. Josh McErlean awalnya finis keempat, hasil terbaik dalam karier WRC-nya, sebelum penalti waktu setelah reli menurunkannya ke posisi keenam.
“Ford tampil cepat. Itu hasil yang sangat baik bagi mereka dan tentu akan memberikan kepercayaan diri untuk masa depan ketika hasil-hasil kuat mulai datang,” ujar Kankkunen.
Rally Estonia dan Rally Finland akan menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan lintasan kasar serta panas di Yunani. Kecepatan tinggi, lompatan, perubahan arah cepat, dan kebutuhan terhadap kepercayaan penuh pada mobil akan menempatkan akurasi set-up serta komitmen pembalap sebagai faktor utama.
Toyota memiliki dasar optimisme karena memenangi kedua reli tersebut pada musim lalu. Namun, dominasi tim juga berarti setiap pembalapnya akan saling mengambil poin, sementara urutan start dapat merugikan pemimpin klasemen pada gravel yang masih longgar.
Dengan Evans, Katsuta, Ogier, Pajari, dan Solberg berada dalam kelompok terdepan, Toyota memiliki posisi kuat dalam kejuaraan, tetapi belum memiliki kandidat gelar yang dapat mengendalikan persaingan. Dua putaran cepat berikutnya berpotensi mempersempit selisih dan menentukan arah duel internal menuju fase akhir WRC 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!