Liam Lawson terancam kehilangan finis kedelapan dalam Sprint Silverstone setelah dikonfirmasi berada dalam investigasi steward menjelang balapan utama British Grand Prix.
Pembalap Racing Bulls itu memulai Sprint dari posisi kesembilan dan berhasil melewati Isack Hadjar untuk merebut posisi kedelapan. Lawson kemudian mempertahankan posisi tersebut hingga akhir balapan 17 lap.
Finis kedelapan menjadi penting karena posisi itu merupakan batas terakhir peraih poin dalam Sprint Formula 1. Namun, hasil tersebut belum sepenuhnya aman setelah Lawson ditempatkan dalam investigasi atas dugaan bergerak saat pengereman.

Investigasi itu muncul dari fase ketika Lawson bertahan dari tekanan Hadjar. Dalam konteks balapan pendek, duel tersebut menjadi krusial karena hanya ada satu poin yang diperebutkan di posisi kedelapan, sehingga setiap keputusan steward dapat langsung mengubah hasil akhir Sprint.
Lawson kini harus menghadap steward untuk mengetahui keputusan akhir terkait insiden tersebut. Jika dinilai melanggar, posisi kedelapan dan poin yang ia raih berpotensi berubah setelah Sprint keempat musim 2026 tersebut.
Situasi ini membuat Racing Bulls harus menunggu kepastian sebelum mengalihkan fokus penuh ke sisa akhir pekan British Grand Prix. Bagi Lawson, keputusan steward akan menentukan apakah hasil positif di Silverstone tetap bertahan atau justru berubah sebelum balapan utama.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!