Liam Lawson mengungkapkan bahwa tiga balapan terakhir bersama Red Bull bukan hanya ujian kecepatan, tetapi juga ujian mental. Pembalap asal Selandia Baru itu harus siap untuk dua tim sekaligus: Red Bull Racing dan Racing Bulls, menyusul cedera pergelangan tangan yang dialami Isack Hadjar saat latihan di jeda musim panas F1.
Hadjar absen sejak Grand Prix Belanda, lalu juga melewatkan seri ganda di Italia dan Spanyol. Alhasil, Lawson harus menjalani sesi simulator untuk kedua mobil, RB22 dan VCARB 03, dalam persiapan menuju balapan. "Ya, ini menghabiskan banyak waktu di pabrik dan persiapan ekstra," ujar Lawson kepada media termasuk RacingNews365 usai balapan di Madring. "Pekan libur ini tidak akan benar-benar libur."
Persiapan ganda ini menuntut adaptasi cepat dengan karakter mobil yang berbeda. Lawson mengaku bahwa semakin sering ia mengendarai mobil Red Bull, semakin nyaman. Namun, kembali ke mobil Racing Bulls nanti akan menjadi tantangan tersendiri. "Kembali sekarang akan cukup sulit... karena mobilnya benar-benar berbeda untuk dikendarai," jelasnya. Ketidakpastian soal mobil mana yang akan ia kemudikan hingga menjelang balapan—bahkan mungkin baru diputuskan pada Rabu atau Kamis sebelum Baku—membuat persiapan mental semakin rumit.

Meski demikian, Lawson menilai pengalaman ini secara keseluruhan positif. Dari tiga balapan bersama Max Verstappen, ia berhasil meraih poin di dua balapan. "Monza memang sulit, dengan penalti mesin dan kerusakan di balapan yang merusak segalanya. Tapi secara keseluruhan kami punya kecepatan bagus. Akhir pekan ini adalah pertama kalinya saya merasa bisa benar-benar bertarung di kualifikasi dan di depan," paparnya.
Performa ini sekaligus meredam keraguan yang sempat muncul setelah dua balapan singkatnya di Red Bull tahun lalu sebelum ditukar dengan Yuki Tsunoda. Kini, Lawson justru memperkuat posisinya untuk masa depan di Racing Bulls, bahkan di F1 secara umum. Dengan Hadjar yang diperkirakan kembali di Grand Prix Azerbaijan, peran ganda Lawson mungkin akan segera berakhir. Namun, hingga keputusan final diambil, ia harus tetap siap untuk keduanya.
Bagi Red Bull, situasi ini menunjukkan kedalaman skuad mereka, tetapi juga menyoroti pentingnya kesiapan mental seorang pembalap cadangan. Lawson telah membuktikan bahwa ia mampu mengemban tugas ganda dengan profesionalisme tinggi, dan itu bisa menjadi modal berharga dalam negosiasi kontraknya di masa depan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!