Lewis Hamilton mengungkapkan bahwa ia mungkin akan meneteskan air mata selama jeda musim panas Formula 1 karena tantangan berat di musim pertamanya bersama Ferrari. Analisis mendalam SPORTRIK menyoroti pernyataan Hamilton tentang perjuangannya beradaptasi dengan tim baru dan kebutuhannya untuk recharge.
Tantangan Berat di Ferrari
Hamilton menyebut musim 2025 sebagai "pertarungan nyata" di Ferrari. Juara dunia tujuh kali ini belum meraih podium grand prix musim ini, rekor terlama tanpa podium sejak debutnya pada 2007. Meskipun memenangkan sprint race di Tiongkok dan finis ketiga di Miami, performanya tertinggal dari rekan setimnya, Charles Leclerc, yang meraih lima podium. Oleh karena itu, Hamilton merasa tekanan besar. Dengan demikian, ia mengaku memikirkan situasi ini setiap hari. Selain itu, ia menyebut musim ini sebagai yang paling intens dalam kariernya.
Kebutuhan Recharge di Jeda Musim
Hamilton menegaskan perlunya istirahat selama jeda musim panas. “Saya perlu pergi dan recharge, bersama anak-anak, tertawa, dan melepaskan beban,” ujarnya. Ia juga menyebutkan kemungkinan menangis sebagai cara sehat untuk mengekspresikan emosi. Dengan demikian, jeda ini menjadi momen penting baginya untuk pulih. Selain itu, ia menyoroti pentingnya waktu bersama keluarga bagi kru tim di pabrik Ferrari. Oleh karena itu, jeda ini akan memberikan energi baru untuk paruh kedua musim.

Cinta dan Komitmen untuk Ferrari
Meskipun menghadapi tantangan, Hamilton menegaskan kecintaannya pada Ferrari. “Saya suka menjadi bagian dari tim merah ini,” katanya. Ia mengapresiasi semangat dan kerja sama yang terbangun di tim. Dengan demikian, ia tetap termotivasi untuk berkontribusi, baik di lintasan maupun di belakang layar. Selain itu, ia melihat potensi perbaikan dalam tim dan dirinya sendiri. Oleh karena itu, Hamilton optimistis untuk kembali dengan semangat baru pasca-jeda.
Prospek Paruh Kedua Musim
Hamilton berharap jeda musim panas akan meningkatkan performa Ferrari. SPORTRIK memprediksi bahwa fokusnya pada kualifikasi dan balapan di paruh kedua musim akan krusial. Dengan demikian, penyesuaian strategi dan kerja tim akan menentukan hasil. Selain itu, semangat Hamilton untuk terus berkontribusi menunjukkan komitmennya. Untuk pembaruan Formula 1, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
100 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
80 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
63 |
|
4
|
|
Lando Norris
McLaren
|
51 |
|
5
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
49 |
|
6
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
43 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
26 |
|
8
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
9
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
16 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
10 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Read Also
Mattia Binotto explains the appointment of Allan McNish as Audi F1 Racing Director, citing his extensive management experience and deep integration with the brand.
Laurent Mekies explained how Red Bull improved driver confidence and car consistency after a difficult start to the 2026 Formula 1 season.
Mitch Evans hopes the 2026 Monaco Formula E round can finally explain Jaguar’s ongoing one-lap performance struggles this season.
Subscribe Newsletter
Get the latest racing news updates directly to your email.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!