Charles Leclerc mengakui bahwa Ferrari SF-26 memiliki karakter sebagai mobil balap yang sesungguhnya. Namun, di sirkuit seperti Zandvoort, karakter tersebut justru menjadi penghambat. Pernyataan ini muncul menjelang GP Belanda, di mana Ferrari harus berjuang dari posisi start yang kurang ideal.
Start dari posisi keenam, Leclerc dan rekan setimnya, Lewis Hamilton, akan mencoba memanfaatkan ban lunak baru yang sengaja disimpan untuk balapan. Strategi ini diharapkan bisa memberi akselerasi maksimal saat lampu merah padam, mengingat menyalip di Zandvoort sangatlah sulit.
Ferrari Menanti Hujan
Leclerc pun berharap cuaca bisa berubah. “Cuaca sejauh ini sangat tidak menentu. Jika hujan turun, itu bisa membantu saya untuk memperbaiki posisi,” ujarnya. Pembalap asal Monako itu optimistis peluang naik podium masih terbuka, meski harus menembus pertahanan ketat para rival.

Ferrari sendiri belum berhasil meraih podium sejak GP Hungaria, dan tekanan mulai terasa. Dengan karakter SF-26 yang lebih stabil di balapan panjang, tim berharap bisa memanfaatkan strategi dan momen yang tepat untuk mengejar ketertinggalan di klasemen.
Zandvoort memang dikenal sebagai sirkuit yang sulit untuk menyalip, sehingga start dan strategi pit stop menjadi kunci. Ferrari tampaknya mengandalkan keandalan ban dan kecepatan balapan untuk menembus barisan depan, meski kualifikasi kemarin tidak berjalan sesuai harapan.
Akankah hujan benar-benar datang dan menjadi pembeda? Semua mata akan tertuju pada langit Zandvoort saat balapan dimulai.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!