SPONSORED

Lawson Ungkap Biang Kerok Kegagalan di Monza: Sayap Depan Rusak

Notifikasi
0
Lawson Ungkap Biang Kerok Kegagalan di Monza: Sayap Depan Rusak
TO NEWS OVERVIEW
Liam Lawson says that damage caused by coming together with Nico Hulkenberg cost him in the Italian GP. Image: XPB Images

Liam Lawson buka suara setelah akhir pekan yang membuat frustrasi di GP Italia. Pembalap Red Bull itu mengungkap bahwa kerusakan sayap depan akibat kontak dengan Nico Hulkenberg menjadi penyebab utama ia gagal tampil kompetitif di Monza.

Insiden terjadi pada lap ke-14, tepat setelah restart. Lawson berada di samping Hulkenberg saat memasuki Tikungan 1, dan ia meyakini Hulkenberg tidak melihatnya. Liam Lawson menuturkan, "Saya kehilangan sayap depan. Jadi harus pit untuk mengganti yang baru. Itulah yang membuat kami gagal hari ini." Kontak tersebut memaksanya masuk pit dan kehilangan sekitar 30 detik, yang secara efektif mengakhiri harapannya untuk maju.

Padahal, start dari pit lane setelah pergantian mesin pasca-kualifikasi, Lawson sebenarnya tampil menjanjikan. Ia berhasil naik ke posisi 11 pada lap 9. Namun, insiden itu mengubah segalanya. "Saya pikir Nico, saya tidak tahu apakah dia tidak melihat saya, tapi saya di sampingnya saat Tikungan 1 dan saya menyentuh roda belakangnya," jelas Lawson.

Ferrari and Kimi 'Without Rules': Monza GP Analysis
Read AlsoFerrari and Kimi 'Without Rules': Monza GP Analysis

Bukan hanya insiden tersebut, Lawson juga mendapat peringatan bendera hitam-putih karena bertahan terlalu agresif melawan Hulkenberg di pendekatan Tikungan 4. Steward sempat meninjau insiden itu, tetapi tidak mengambil tindakan lebih lanjut setelah peringatan dari Race Director. Ini tentu menambah kekecewaan di akhir pekan yang seharusnya menjadi peluang baginya bersama Red Bull Racing.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, rekan setimnya, Max Verstappen, berhasil naik podium ketiga di belakang duo Mercedes. Verstappen mengakui bahwa Red Bull kesulitan melawan mobil bertenaga Mercedes di lintasan lurus. "Untuk kami bisa di podium, saya pikir ini hasil yang sangat kuat. Mercedes jelas terlalu kuat, dan berada di belakang mereka di sini, juga setelah akhir pekan yang sulit di Zandvoort, ini sangat positif," ujarnya.

Kegagalan Lawson di Monza kontras dengan performa Racing Bulls, tim lamanya, yang berhasil mengumpulkan poin lewat Arvid Lindblad di posisi kedelapan dan Yuki Tsunoda di posisi kesepuluh. Meski demikian, peluang Lawson untuk kembali membalap untuk Red Bull masih terbuka, mungkin pada GP Spanyol akhir pekan depan di sirkuit Madring yang baru.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU