KTM akhirnya mendapat lampu hijau dari para pabrikan MotoGP untuk membuka mesin RC16 yang disegel, menyusul perubahan sikap rival setelah sebelumnya memblokir upaya perbaikan tersebut. Keputusan ini diambil demi keselamatan pembalap, menyusul insiden besar yang dialami Pedro Acosta di Barcelona.
Seperti yang diungkap Autosport pada pertengahan Juli, KTM secara resmi mengajukan permintaan kepada pabrikan lain melalui MSMA dan IRTA untuk membuka mesin empat motor MotoGP mereka. Tujuannya mengganti komponen yang menyebabkan RC16 sering mati di tengah balapan. Masalah ini berulang kali menghantam Acosta sepanjang 2026, termasuk di Barcelona yang berujung kecelakaan hebat.
Awalnya, permintaan KTM tidak mendapat persetujuan penuh. Direktur Olahraga KTM, Pit Beirer, mengindikasikan hanya Aprilia yang setuju. Namun setelah jeda musim panas, pabrikan lain akhirnya memberi restu dengan pertimbangan utama faktor keselamatan pembalap. KTM pun mengonfirmasi kabar ini jelang Grand Prix Inggris di Silverstone.

"Kami mengonfirmasi telah menerima persetujuan yang diperlukan untuk melanjutkan langkah korektif terkait masalah teknis yang kami kelola," demikian pernyataan KTM. "Target kami menerapkan langkah ini secepat mungkin. Untuk kasus Silverstone, kami akan melanjutkan solusi sementara yang ada saat ini."
KTM saat ini berada di Grup C dalam sistem Konsesi. Regulasi MotoGP mengharuskan setiap pembalap memiliki delapan mesin untuk satu musim, dan mesin tersebut harus disegel serta tidak boleh dibuka tanpa persetujuan kompetitor lain. Dengan adanya izin ini, pembukaan mesin hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan ofisial teknis kejuaraan.
Dua pekan mendatang, tepatnya sebelum GP Aragon, teknisi KTM dapat membuka mesin yang disegel di hadapan ofisial teknis IRTA. Ofisial akan memverifikasi komponen yang diganti, lalu menyegel ulang mesin tersebut. Dengan begitu, KTM terhindar dari penalti start dari pitlane akibat harus memperkenalkan mesin baru ke dalam rotasi.
Sebelumnya, untuk mencegah masalah yang menimpa Acosta, KTM membatasi putaran mesin di semua unit daya yang tersedia. Langkah ini diyakini mempengaruhi performa para pembalapnya. Mulai Aragon, mereka diharapkan bisa kembali menggunakan mesin dengan tenaga penuh dan keandalan yang lebih baik, asalkan semua berjalan lancar.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!