Momen paling menyita perhatian pada akhir pekan balap Gold Coast 500 memuncak menjelang akhir balapan kedua di sirkuit jalan raya Surfers Paradise. Ketegangan memuncak ketika Chaz Mostert yang tampil sangat cepat harus merelakan peluang kemenangannya sirna setelah insinyur balap Walkinshaw TWG, Sam Scaffidi, memberikan instruksi tegas melalui radio agar pembalapnya tersebut melambat dan membiarkan rekan setimnya, Ryan Wood, mengambil alih posisi.
Pada detik-detik krusial tersebut, Wood tertinggal sekitar 10 detik di belakang dan berada di bawah tekanan hebat dari pembalap Brad Jones Racing, Andre Heimgartner, serta rombongan mobil lain yang membuntutinya dengan agresif. Tanpa banyak pilihan, Mostert mematuhi perintah tim tersebut dan mengamankan posisi ketiga bagi rekan semereknya, yang kala itu krusial untuk mendongkrak posisi Wood ke peringkat ketujuh klasemen sementara.
Namun, langkah kontroversial itu pada akhirnya berujung sia-sia setelah pit stop terlambat yang dilakukan oleh Jarrod Hughes dan Cooper Murray memberikan poin krusial bagi Anton De Pasquale untuk melompati perolehan poin Wood dan melaju ke Sandown. Manuver pit stop dari pembalap lain ini langsung memicu kecurigaan dan memunculkan spekulasi liar mengenai dugaan kolusi tersembunyi di antara tim-tim yang menggunakan mobil Chevrolet di ajang Supercars.

Meskipun instruksi tim yang diatur secara internal di dalam garasi yang sama diperbolehkan dalam buku regulasi, intervensi atau pengaruh eksternal dari pihak pabrikan tetap dilarang keras. Regulasi resmi Supercars dengan tegas menyatakan bahwa sama sekali tidak diizinkan bagi sponsor, pemasok, entitas terkait, termasuk pabrikan otomobil, importir, atau perwakilannya untuk memaksakan atau mencoba memaksakan instruksi tim kepada kontestan manapun.
Bos motorsport General Motors, Simon McNamara, secara terbuka dan tegas membantah segala rumor intervensi pabrikan tersebut. Pihak penyelenggara Supercars sendiri turut mengonfirmasi bahwa kedua mobil yang bersangkutan memang membutuhkan tambahan bahan bakar agar bisa menyentuh garis finis. Senada dengan hal tersebut, pimpinan tim Walkinshaw TWG, Ryan Walkinshaw, memastikan tidak pernah ada komunikasi gelap dengan kubu Brad Jones Racing, sehingga pertarungan di trek antara Heimgartner dan Wood murni terjadi secara kompetitif. Dilansir dari Speedcafe, polemik regulasi ini kembali membuka perdebatan klasik mengenai batasan etika dan kesulitan pengawasan taktik team orders di lintasan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!