SPONSORED

Kisah Toto Wolff dan Niki Lauda di Balik Pole Ikonik Hamilton

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Kisah Toto Wolff dan Niki Lauda di Balik Pole Ikonik Hamilton
TO NEWS OVERVIEW
Kisah Toto Wolff dan Niki Lauda di Balik Pole Ikonik Hamilton

Ketika Toto Wolff duduk bersama jurnalis Belanda di Zandvoort, obrolan bergulir pada satu pertanyaan klasik: seberapa besar kebebasan yang harus diberikan seorang bos tim kepada pembalap bintangnya? Contoh terbaru adalah Max Verstappen yang bebas balapan di seri lain, seperti Nurburgring 24 Hours, dengan Mercedes-AMG GT3 miliknya. Namun bagi Wolff, justru kenangan tentang Lewis Hamilton yang paling membekas.

Wolff mengenang momen jelang Grand Prix Singapura 2018, ketika Hamilton sibuk dengan peluncuran koleksi fesyennya bersama Tommy Hilfiger. Saat itu, Hamilton berada di Shanghai untuk peragaan busana, lalu terbang ke New York untuk acara serupa. Wolff bercerita, "Dia FaceTime kami, menunjukkan koleksinya, dan bilang, 'Lihat ini, ini catwalkku, ini koleksiku. Aku tidak percaya ini terjadi!'"

Namun, Niki Lauda yang saat itu menjadi chairman non-eksekutif Mercedes, justru mempertanyakan keputusan Wolff. "Niki bilang ke saya, 'Toto, bagaimana bisa kau izinkan ini? Kita balapan di Singapura minggu depan, dan dia sibuk dengan peragaan busana?'" kenang Wolff. "Saya jawab, 'Karena dia butuh itu untuk tampil maksimal di mobil.'"

F1 2026 Contracts: Every Driver's Deal Duration and Expiry
Read AlsoF1 2026 Contracts: Every Driver's Deal Duration and Expiry

Hasilnya, Hamilton tampil gemilang di Marina Bay. Ia meraih pole position yang legendaris, dengan lap yang dianggap salah satu yang terbaik dalam kariernya. Bagi Wolff, momen itu menjadi bukti bahwa kebebasan yang diberikan kepada pembalap adalah kunci untuk mengeluarkan performa terbaik mereka. "Saya tidak pernah menempatkan pembalap dalam kotak, tidak pernah bilang 'kamu harus begini'," tegas Wolff.

ADVERTISEMENT

Wolff juga menekankan pentingnya kesejahteraan pembalap. "Setiap tim berbeda, tapi yang saya coba lakukan adalah mengidentifikasi apa yang membuat pembalap cepat dalam struktur kami. Kerangka seperti apa yang kami butuhkan untuk mengekstrak performa terbaik, dan itu jelas termasuk kesejahteraan," jelasnya. Filosofi ini, yang mungkin tampak kontroversial, justru menjadi fondasi kesuksesan Mercedes bersama Hamilton selama bertahun-tahun.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU