Bos tim Aspar Team, Jorge Martinez “Aspar”, melontarkan pandangan menarik terkait perbandingan antara dua ikon balap Grand Prix. Menurut figur senior yang memimpin skuad di kelas Moto3 dan Moto2 tersebut, Marc Marquez memiliki kecepatan murni yang jauh melampaui pencapaian Valentino Rossi di lintasan balap.
Pernyataan ini diungkapkan langsung oleh Martinez dalam siniar Fast and Curious yang kemudian disorot oleh media Italia GPOne. Meski mengakui bahwa Rossi merupakan pembalap yang jauh lebih lengkap dari berbagai aspek, ia tetap menempatkan Marquez di level kecepatan yang berbeda.
“Saya pikir Valentino, sebagai seorang pembalap, mungkin lebih lengkap, tetapi bagi saya Marc jauh lebih cepat secara tak terbatas,” ujar Martinez saat membahas karakteristik kedua juara dunia tersebut.

Martinez, yang sempat berbagi lintasan pada awal karier Rossi di kelas 125cc dan bahkan dikalahkan The Doctor dalam perebutan kemenangan Grand Prix pertamanya di Brno pada tahun 1996, memiliki kekaguman mendalam terhadap mentalitas pebalap asal Cervera tersebut. Ia menilai ketahanan mental Marquez dalam menghadapi rangkaian cedera parah merupakan sesuatu yang luar biasa dan layak untuk dipelajari lebih lanjut.
“Marc adalah pembalap yang layak untuk dipelajari secara mental. Ia memiliki kekuatan yang luar biasa. Valentino juga spesial dalam hal ini, tetapi apa yang harus dihadapi dan diatasi Marc dalam kariernya adalah sesuatu yang membangkitkan kagum yang besar,” tambah pria asal Spanyol itu.
Selain ketangguhan mental, transformasi gaya balap Marquez dari era pra-cedera hingga pendekatan yang lebih matang saat ini turut menjadi sorotan. Sosok yang sukses menyamai perolehan sembilan gelar juara dunia milik Rossi tersebut kini dinilai jauh lebih kalkulatif dalam menyeimbangkan risiko dan potensi hasil di setiap akhir pekan balapan.
“Marc yang kita lihat hingga 2019 adalah pembalap yang mempertaruhkan segalanya. Entah ia menang atau ia jatuh, ia sangat brutal. Hari ini ia berpikir jauh lebih banyak dan mencoba mengambil lebih sedikit risiko. Itu normal, karena ia telah mengumpulkan pengalaman, mengalami cedera yang sangat serius, dan memenangkan banyak gelar,” jelas Martinez.
Kendati mengalami pergeseran pendekatan dan sempat diterpa cedera lengan atas yang parah sejak 2020, pebalap berusia 33 tahun itu tetap dipandang sebagai tolok ukur utama di kasta premier MotoGP. Kemampuan pengereman ekstrem dan instingnya dalam mencari batas grip sejak sesi latihan pertama masih menjadi pembeda utama di antara para rivalnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!