MotoGP, Sportrik Media - Jorge Martin dari tim Aprilia Racing memasuki MotoGP Spanyol 2026 di Jerez dengan posisi kedua klasemen dunia, hanya terpaut tipis dari rekan setimnya Marco Bezzecchi setelah awal musim yang konsisten.
Namun, situasi ini kontras dengan kondisi beberapa bulan sebelumnya ketika Martin menghadapi ketidakpastian akibat cedera tulang selangka serius yang dialaminya di Motegi. Meskipun sempat dinyatakan fit untuk kembali pada seri penutup di Valencia dan tes pascamusim, pembalap asal Spanyol itu merasakan adanya masalah yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Pemeriksaan lanjutan mengonfirmasi bahwa proses penyembuhan tidak berjalan sesuai harapan, sehingga Martin harus menjalani operasi lanjutan pada Desember. Dalam proses pengambilan keputusan medis tersebut, ia mengungkapkan peran penting Marc Marquez dalam memberikan rekomendasi dokter yang tepat.

“Pada saat saya tidak yakin dan memiliki beberapa opsi dokter, dia memberi saran kepada saya. Dia mengatakan siapa yang menurutnya terbaik, dan saya memilihnya. Hasilnya berjalan baik, dan saya akan selalu berterima kasih atas itu,” ujar Martin.
Dampak dari operasi tersebut membuat Martin absen dalam tes pramusim pembuka di Sepang. Namun, adaptasinya terhadap RS-GP berlangsung cepat, dengan hasil finis keempat dan kelima di seri pembuka Buriram, diikuti dua podium di Brasil, serta kemenangan Sprint dan posisi kedua di Austin.
“Ini luar biasa. Saya berharap bisa mempertahankan performa ini, menjaga konsistensi, dan melanjutkan perasaan positif dari Jerez dan Le Mans,” kata Martin.
“Masih ada perjalanan panjang di kejuaraan dan banyak balapan. Penting untuk memulai dengan baik, tetapi yang lebih penting adalah menjaga konsistensi.”

Dominasi awal musim dari Aprilia terlihat jelas dengan kepemimpinan mereka di tiga klasemen sekaligus: pembalap, tim, dan konstruktor. Kemenangan penuh di tiga grand prix melalui Bezzecchi, ditambah kemenangan Sprint oleh Martin, menegaskan kekuatan paket teknis RS-GP dalam berbagai kondisi lintasan.
Meski demikian, Martin menegaskan bahwa Jerez berpotensi menjadi ujian paling kompleks sejauh ini. Karakteristik sirkuit yang menuntut stabilitas pengereman dan traksi keluar tikungan dinilai kurang sesuai dengan gaya balapnya maupun karakter motor Aprilia saat ini.
“Jerez akan menjadi lintasan yang sulit bagi saya dan Aprilia,” ujar Martin. “Kami mungkin bisa terkejut, tetapi saya datang dengan ekspektasi rendah karena ini bukan salah satu trek favorit saya.”
“Saya menyukai balapan di sana, meskipun itu bukan kekuatan saya. Target saya adalah finis di lima besar. Jika ada peluang lebih baik, tentu akan saya ambil. Jika kami bisa bertarung untuk podium, itu akan luar biasa.”
Martin juga mengambil pendekatan realistis terkait peluang gelar dunia 2026, meskipun performanya sejauh ini kompetitif. Ia menilai pembicaraan soal gelar masih terlalu dini mengingat panjangnya musim dan dinamika kompetisi di MotoGP.
“Jelas semua orang di sini ingin menang. Tetapi melihat dari mana saya berasal dan apa yang telah saya lalui, memikirkan gelar dunia saat ini masih terlalu dini,” jelasnya.
“Kita lihat saja nanti. Jika ada peluang ketika tersisa dua atau tiga balapan, kami akan memberikan segalanya. Saat ini saya ingin fokus hari demi hari dan melihat hasil akhirnya.”
Perlu dicatat bahwa Martin juga absen pada MotoGP Spanyol musim lalu akibat cedera yang dialaminya di Qatar, sehingga akhir pekan di Jerez tahun ini menjadi momen penting dalam membangun konsistensi performa di lintasan yang secara historis tidak menguntungkan baginya. Dengan tekanan klasemen yang semakin ketat, hasil di Jerez akan menjadi indikator penting menjelang rangkaian balapan berikutnya di Le Mans.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!