SPONSORED

Jorge Martin Hadapi GP Austria dengan Kekhawatiran Lengan Kanan

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Jorge Martin Hadapi GP Austria dengan Kekhawatiran Lengan Kanan
TO NEWS OVERVIEW
© Michelin 2026

Jorge Martin tiba di Grand Prix Austria dengan bayang-bayang cedera lengan kanan yang masih menghantui. Pembalap Aprilia itu mengaku belum bisa memastikan kondisinya benar-benar pulih, dan ia akan menjadikan sesi latihan bebas serta Sprint sebagai ujian sesungguhnya sebelum mengambil keputusan besar terkait operasi.

Dalam pernyataannya menjelang balapan, Martin mengungkapkan bahwa ketidaknyamanan di lengan bawah kanannya belum sepenuhnya hilang. Ia menyebut akan melihat reaksi tubuhnya saat kembali mengendarai RS-GP di trek Austria. “Saya akan lihat besok di lintasan saat saya keluar. Itu akan menjadi tes terbaik yang bisa saya lakukan: keluar ke lintasan dan melihat bagaimana rasanya,” ujarnya. Keputusan apakah akan menjalani operasi atau tidak akan diambil menjelang akhir musim, namun ia tak ingin terburu-burubur.

Meski demikian, Martin tak mau tampil setengah hati. Ia menegaskan tidak akan turun balapan hanya untuk sekadar menjaga kondisi fisik. “Saya akan tetap berkuda, dan jika saya benar-benar memiliki masalah, maka saya akan menjalani operasi, karena saya tidak ingin berkuda setengah hati,” tegasnya. “Tidak ada gunanya berada dalam persaingan jika saya tidak bisa tampil 100 persen.”

Russell's Title Setback: Lessons from Potential F1 Defeat
Read AlsoRussell's Title Setback: Lessons from Potential F1 Defeat

Pembalap asal Madrid ini juga menyoroti pentingnya sesi Sprint sebagai penentu. Berdasarkan pengalaman di Misano, di mana ia finis kelima setelah sempat memimpin dan menyalip Marc Marquez, Martin yakin bahwa balapan pendek Sabtu akan menjadi indikator paling akurat. “Saya rasa saya tidak akan benar-benar mengerti sampai Sprint. Di Misano, saya tidak terlalu buruk, dan saat Sprint itulah saya berkata, 'Saya akan mencobanya besok.' Jadi, saya pikir Sprint akan menjadi momen kuncinya,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Jika harus menjalani operasi, Martin menyadari ada risiko besar, termasuk kemungkinan absen di Jepang dan sisa musim. “Ini keputusan yang sangat sulit. Ada Rencana A, yaitu tidak menjalani operasi jika saya baik-baik saja di sini, dan Rencana B, yaitu menjalani operasi, tetapi itu juga membawa risiko,” paparnya. “Salah satu risikonya adalah tidak balapan di Jepang dan kemudian tidak balapan lagi selama sisa tahun ini jika tidak sembuh dengan baik.”

Martin juga tidak menutup kemungkinan bahwa masalahnya berkaitan dengan sindrom kompartemen yang muncul akibat karakteristik trek tertentu. Ia berharap apa yang terjadi di Misano tidak terulang. “Itu bisa terjadi. Saya harap itulah yang terjadi, bahwa saya dapat tampil 100% di sini. Saya telah mempersiapkan diri seperti untuk balapan normal, saya sepenuhnya fokus, dan tidak ada gunanya saya memikirkannya terus-menerus,” tambahnya.

Terlepas dari cedera, Martin mengenang momen indah di Misano. “Saat itu saya sedang dalam performa terbaik. Saya merasa bisa menang dalam hal kecepatan dan kelincahan. Saya menikmati sepuluh lap itu seperti anak kecil,” kenangnya. Ia pun mengakui musim 2026 ini lebih sulit dibanding 2024, di mana ia meraih empat kemenangan. “Tahun ini saya belum berhasil menemukan kecepatan untuk memenangkan lebih banyak balapan. Tapi saya selalu ada di sana, dan pada akhirnya, itu akan membuahkan hasil.”

ADVERTISEMENT

Yang jelas, bagi Martin, Grand Prix Austria bukan sekadar balapan biasa. Apa yang terjadi di atas motor, terutama selama Sprint, akan menentukan langkahnya ke depan. Dengan tekad kuat untuk tetap kompetitif, ia siap menghadapi ujian fisik dan mental di Spielberg.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU