Formula 1, Sportrik Media - Isack Hadjar dari Red Bull Racing menyoroti dampak penundaan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi 2026 yang dinilainya menjadi kerugian dalam proses pengembangan power unit tim.
Penundaan dua seri awal musim di Timur Tengah, yang dipastikan tidak berlangsung akibat situasi geopolitik regional, menciptakan jeda kompetitif yang tidak biasa dalam kalender Formula 1. Dalam konteks teknis, kondisi ini dinilai menghambat proses pemahaman performa unit tenaga baru yang tengah dikembangkan Red Bull bersama Ford.
Sebagai bagian dari transisi menjadi original equipment manufacturer (OEM), Red Bull Racing menghadapi tantangan adaptasi pada proyek power unit barunya. Ekspektasi awal telah mengantisipasi fase pembelajaran yang signifikan sepanjang musim berjalan, terutama dalam mengejar performa pabrikan mapan seperti Mercedes dan Ferrari.

“Kami butuh lebih banyak balapan untuk memahami paket kami dan mendekati performa mesin terbaik di grid,” ujar Hadjar.
“Dari sisi itu, ini jelas sedikit merugikan bagi kami, tetapi kami harus menerimanya.”
Awal musim 2026 menunjukkan inkonsistensi performa Red Bull. Meskipun sempat tampil kompetitif dalam pengujian pramusim di Bahrain, realitas balapan menghadirkan tantangan berbeda. Kendala reliabilitas menjadi isu utama, termasuk yang dialami oleh Isack Hadjar sendiri.
Pada Grand Prix Australia, mobil RB22 masih mampu bersaing sebagai paket tercepat ketiga. Namun, performa tersebut tidak berlanjut di Shanghai, di mana Max Verstappen dan Hadjar kesulitan menghadapi rival langsung seperti Oliver Bearman dari Haas dan Pierre Gasly dari Alpine.
Masalah reliabilitas juga berdampak signifikan pada hasil balapan. Hadjar mengalami kegagalan power unit di Australia, sementara Verstappen menghadapi kendala serupa di China, memperkuat indikasi bahwa proyek power unit baru masih dalam fase pengembangan awal.
Di sisi lain, beberapa pembalap seperti Oscar Piastri, Alexander Albon, dan Liam Lawson melihat adanya keuntungan dari jeda ini, terutama dalam hal waktu tambahan untuk pengembangan teknis dan peningkatan performa mobil.
Namun, Hadjar menegaskan bahwa dalam konteks Red Bull saat ini, minimnya kesempatan balapan justru berarti terbatasnya peluang untuk memahami karakteristik power unit dalam kondisi kompetitif.
“Ya, memang ada lebih banyak waktu untuk pengembangan, tetapi juga berarti lebih sedikit poin yang hilang dibanding tim lain,” tambahnya.
Dengan dinamika awal musim yang kompleks, Red Bull kini menghadapi fase krusial dalam mengoptimalkan performa paket teknisnya. Jeda kompetisi ini akan menjadi periode penting untuk mengevaluasi arah pengembangan, sebelum Formula 1 kembali berlanjut ke seri berikutnya dalam kalender yang telah direvisi.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!