Formula 1, Sportrik Media - Christian Horner mendapat dukungan terbuka dari Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, terkait potensi kembalinya ke paddock Formula 1 setelah hampir satu tahun absen.
Mantan prinsipal Red Bull Racing tersebut meninggalkan posisinya setelah dua dekade memimpin tim, periode yang menghasilkan delapan gelar juara dunia pembalap melalui Sebastian Vettel dan Max Verstappen, serta enam gelar konstruktor.
Sejak kepergiannya, Horner beberapa kali dikaitkan dengan potensi kembali ke Formula 1, termasuk spekulasi dengan Alpine. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait langkah berikutnya dalam kariernya.

Dari perspektif regulasi dan tata kelola olahraga, figur seperti Horner dinilai memiliki nilai strategis karena pengalaman dalam manajemen tim, pengembangan struktur teknis, serta kontribusi terhadap dinamika kompetitif di grid.
“Tidak mungkin menghapus nama Christian Horner dari motorsport dan Formula 1. Kami merindukannya di olahraga ini, dan saya pribadi juga,” ujar Ben Sulayem.
“Seseorang dengan rekam jejak seperti itu akan selalu menemukan jalan untuk kembali. Ketika dia kembali, itu akan terasa seperti dia hanya pergi berlibur.”
Ben Sulayem juga menekankan bahwa rekam jejak keberhasilan Horner menjadi faktor utama dalam membuka peluang kembali, terlepas dari berbagai dinamika yang terjadi menjelang akhir masa jabatannya di Red Bull.
Kembalinya Horner berpotensi memengaruhi keseimbangan kekuatan di paddock, mengingat pengalaman dan jaringan yang dimilikinya dalam ekosistem Formula 1. Dengan musim yang terus berkembang, langkah berikutnya dari Horner akan menjadi perhatian utama menjelang fase selanjutnya kompetisi.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!