Lewis Hamilton menunjukkan kemajuan dalam mengatasi kelemahan kariernya terkait keputusan strategis di Grand Prix Belgia. Pembalap Ferrari ini berhasil memilih waktu yang tepat untuk beralih ke ban slick, membantu performanya di lintasan basah Spa-Francorchamps.
Meski memulai balapan dari pit-lane, Hamilton menunjukkan kecepatan luar biasa dalam kondisi intermediate pasca-penundaan balapan selama 80 menit akibat hujan deras. Keputusannya untuk mengganti ban pada lap 12 membawanya naik ke posisi ketujuh, mendekati rekan setimnya, Charles Leclerc.
Keputusan Strategis yang Tepat
Hamilton menjadi pembalap pertama yang beralih ke ban slick di lap 12, keputusan yang memungkinkannya melompati beberapa pembalap dan finis di belakang Alex Albon. "Saya rasa keputusan itu tepat. Saya sedang berusaha memperbaiki waktu pit stop," ujar Hamilton. Ia mengakui bahwa di Silverstone, ia mengganti ban satu lap terlalu cepat, yang membuatnya kehilangan podium. "Di Spa, waktunya sangat pas, meski mungkin saya bisa melakukannya satu lap lebih awal karena lintasan masih cukup basah," tambahnya.

Adaptasi dengan Mobil Ferrari
Meski gagal menyalip Albon, Hamilton optimistis dengan kemajuan adaptasinya bersama Ferrari SF-25. "Saya belajar lebih banyak tentang mobil ini dan menyempurnakan setelannya. Saya merasa lebih percaya diri untuk balapan berikutnya," ungkapnya. Performa di Belgia menunjukkan bahwa Hamilton mulai memahami dinamika mobil Ferrari, terutama setelah tantangan awal musim ini. Keputusan strategisnya di Spa menjadi bukti peningkatan dalam mengatasi kelemahan pengambilan keputusan di lintasan basah.
Harapan ke Depan
Peningkatan Hamilton dalam strategi balapan basah menjadi sinyal positif bagi Ferrari, yang kini berada di posisi kedua klasemen konstruktor. Dengan pengalaman dan usahanya untuk menyesuaikan setelan mobil, Hamilton diharapkan tampil lebih kompetitif di sisa musim. Untuk pembaruan terkini seputar Formula 1, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
100 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
80 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
63 |
|
4
|
|
Lando Norris
McLaren
|
51 |
|
5
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
49 |
|
6
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
43 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
26 |
|
8
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
9
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
16 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
10 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Read Also
Fernando Alonso has explained the major factors influencing his Formula 1 future amid Aston Martin’s difficult 2026 campaign.
James Hinchcliffe defended Lewis Hamilton after the Ferrari driver complained about major simulator correlation issues in Formula 1.
Alpine is reportedly set to sign former FIA head of aerodynamics Jason Somerville as part of its Formula 1 2026 project.
Subscribe Newsletter
Get the latest racing news updates directly to your email.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!