Isack Hadjar membawa kenangan podium perdananya di Formula 1 ke dalam desain helm khusus untuk Grand Prix Belanda akhir pekan ini. Pembalap muda asal Prancis itu memilih untuk mengabadikan momen viral piala Delft Blue-nya yang pecah saat selebrasi di Zandvoort tahun lalu, kali ini dalam balutan livery edisi spesial yang dihadirkan Red Bull Racing.
Tim asal Milton Keynes itu secara resmi meluncurkan overall dan helm edisi terbatas untuk Max Verstappen dan Hadjar. Dengan Zandvoort yang menggelar balapan terakhirnya di kalender F1 sebelum dihapus, Red Bull memilih momen ini untuk memberikan sentuhan istimewa. Kedua helm mengusung motif keramik Delftware khas Belanda, dengan dominasi biru-putih dan ornamen bunga yang rumit.
Namun yang paling menarik perhatian adalah helm Hadjar. Di bagian belakang, terdapat ilustrasi piala yang retak dan kartun reaksi Hadjar saat insiden itu terjadi. Momen tersebut menjadi bahan perbincangan luas di media sosial setelah ia naik podium pertamanya di GP Belanda 2025, sekaligus menjadikannya orang Prancis termuda yang mampu berdiri di podium dalam sejarah F1.

Alih-alih menghindari kenangan tersebut, Hadjar justru merangkulnya. Saat itu, ia sempat bercanda bahwa ia lebih menginginkan piala yang pecah daripada penggantinya. “Jujur, aku bahkan tidak tahu di mana pialaku yang pecah itu. Tim yang menjaganya, kurasa. Aku titipkan di tangan yang tepat,” ujarnya kepada Sky Sports F1, “Tapi aku ingin piala yang pecah itu. Karena piala yang baru tidak ikut dalam sejarah grand prix.”
Keputusan Hadjar untuk mengabadikan momen tersebut menunjukkan kedekatannya dengan para penggemar dan kemampuannya untuk tidak menganggap dirinya terlalu serius. Ini juga menjadi penanda bagaimana seorang pembalap bisa mengubah potensi kecanggungan menjadi bagian dari narasi personal yang kuat.
Dari sisi teknis, livery khusus ini juga menjadi ajang bagi Red Bull untuk merayakan warisan balap Belanda. Verstappen, yang telah memenangkan tiga dari empat edisi GP Belanda sebelumnya, akan berusaha menambah koleksi kemenangan di kandangnya sebelum sirkuit Zandvoort pamit dari kalender. Tekanan tersendiri tentu ada, mengingat persaingan musim ini yang semakin ketat.
GP Belanda dijadwalkan berlangsung pada 21-23 Agustus. Selain menjadi balapan terakhir Zandvoort, ini juga akan menjadi ujian penting bagi Red Bull untuk mempertahankan performa mereka di paruh kedua musim.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!