Haas F1 Team semakin percaya diri menatap musim 2027. Prinsipal tim Ayao Komatsu mengungkapkan bahwa negosiasi sponsor berjalan positif dan berpotensi membawa anggaran tim mendekati batas biaya (budget cap) Formula 1 sebesar $215 juta.
Tim asal Amerika Serikat itu selama ini dikenal sebagai tim dengan struktur paling ramping di grid, hanya mempekerjakan sedikit di atas 400 orang. Sejak debut pada 2016, Haas memang beroperasi jauh di bawah batas anggaran, yang membuat mereka sulit bersaing secara konsisten di lini tengah. Namun, dengan tambahan pemasukan dari sponsor baru, Haas berharap dapat meningkatkan sumber daya teknis dan memperkuat posisinya.
"Kami sedang berbicara dengan banyak prospek; perkembangannya positif. Saya sangat optimistis tentang anggaran tahun depan," ujar Komatsu di sela-sela Grand Prix Madring. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa upaya Haas untuk memperluas portofolio sponsor mulai membuahkan hasil.

Sejak awal tahun, Komatsu memang getol mencari pendanaan tambahan. Dalam wawancaranya dengan Sky Sports, ia menyebut kurangnya anggaran menjadi penghambat utama untuk menambah jumlah staf dan meningkatkan infrastruktur serta peralatan tim. Pria asal Jepang itu menegaskan bahwa tugasnya adalah mendatangkan lebih banyak mitra agar Haas bisa bersaing lebih baik.
Rumor yang beredar menyebutkan Haas tengah menjajaki kerja sama dengan BWT, perusahaan air minum asal Austria yang saat ini menjadi sponsor utama Alpine. BWT dikabarkan akan pindah ke Haas pada 2027 seiring Alpine yang akan menggandeng rumah mode Gucci sebagai sponsor utama. Haas sendiri pernah dikaitkan dengan BWT pada akhir 2021 setelah BWT mengakhiri kerja sama dengan Aston Martin, namun saat itu BWT memilih Alpine karena ingin tampil dengan livery pink yang lebih menonjol.
Menanggapi rumor tersebut, Komatsu bereaksi dengan nada bercanda. "Kami tidak akan memiliki mobil berwarna pink, jika itu yang Anda maksud!" ujarnya. Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi bahwa Haas akan mengubah identitas visualnya secara drastis.
Meski begitu, Komatsu menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengorbankan aspek performa demi kepentingan komersial. Haas saat ini sedang mengevaluasi sejumlah pembalap untuk musim 2027, dengan Ryo Hirakawa, Leonardo Fornaroli, dan Rafael Camara telah menjalani tes menggunakan mobil lama. Komatsu memperkirakan ada lima kandidat yang masuk pertimbangan, termasuk pembalap saat ini Esteban Ocon yang performanya belakangan meningkat, serta Yuki Tsunoda.
Ketika ditanya apakah faktor komersial akan memengaruhi keputusan pemilihan pembalap, Komatsu memberikan jawaban tegas. "Jika selisihnya hanya dalam satu persepuluh detik, misalnya sangat-sangat dekat, maka paket afiliasi akan dipertimbangkan," jelasnya. Dengan kata lain, Haas tetap mengutamakan kecepatan sebagai kriteria utama, dan faktor sponsor hanya menjadi penentu akhir jika performa dua kandidat nyaris identik.
Bagi Haas, peningkatan anggaran bukan sekadar soal gengsi. Dengan mendekati batas biaya, tim bisa merekrut lebih banyak insinyur, meningkatkan fasilitas wind tunnel, dan mempercepat pengembangan mobil. Hal ini krusial mengingat persaingan di F1 semakin ketat, terutama dengan hadirnya regulasi teknis baru pada 2026 yang menuntut investasi besar.
Jika negosiasi sponsor berjalan lancar, Haas berpotensi mengubah nasibnya dari tim papan bawah menjadi kekuatan yang lebih kompetitif. Namun, Komatsu tetap berhati-hati dan menekankan bahwa prosesnya bertahap. "Kami perlahan tapi pasti menyampaikan cerita kami dan menemukan orang-orang hebat. Sejauh ini bagus," pungkasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!