Guenther Steiner, mantan prinsipal tim Formula 1, membuat pernyataan mengejutkan dengan memilih Kimi Antonelli di atas Max Verstappen dalam skenario draft hipotetis. Keputusan ini mencuat setelah Antonelli menunjukkan performa dominan sepanjang musim 2026, memimpin klasemen dengan keunggulan 66 poin atas rekan setimnya di Mercedes, George Russell, dan telah mengoleksi tujuh kemenangan balapan.
Dalam diskusi yang meniru sistem draft NBA atau NFL, Steiner diminta memilih pembalap untuk kontrak empat tahun. Tanpa ragu, ia menyebut nama Antonelli. "Saya pilih Kimi," ujarnya. Ketika ditanya mengapa memilih Antonelli daripada Verstappen, Steiner menjelaskan, "Maksud saya, empat tahun. Anda bilang empat tahun, dan jika dua tahun... empat tahun, jika saya harus mempertahankannya selama empat tahun, saya pikir dia [Antonelli] akan lebih baik darinya [Verstappen]."
Pernyataan ini sontak menimbulkan perdebatan di paddock. Verstappen, yang telah meraih empat gelar dunia berturut-turut dari 2021 hingga 2024, selama ini dianggap sebagai pembalap terkuat di grid. Namun, musim 2026 menjadi milik Antonelli. Pembalap berusia 20 tahun itu tampil luar biasa, termasuk kemenangan dramatis di Monza dari posisi start ke-19. Prestasi ini mengingatkan pada kemenangan legendaris Verstappen di Brasil 2024, di mana ia start dari posisi ke-17 dan menang di tengah hujan.

Steiner sendiri mengakui bahwa kemenangan Verstappen di Brasil lebih spektakuler secara visual, tetapi ia menilai performa Antonelli di Monza lebih solid. "Saya pikir [Verstappen 2024] lebih spektakuler," kata Steiner. "Ini [Antonelli 2026] lebih baik, tapi kurang spektakuler karena ketika Max melakukannya, ada lebih banyak 'apa yang terjadi di sini?'. Ini seperti dia menyelinap maju dengan restart kedua; di posisi berapa dia start pada start kedua? Seperti yang dia katakan, ban memberinya keuntungan, tapi juga kerugian. Ini bukan seperti balapan bersih ke depan seperti yang dilakukan Max, tapi sebagai performa, ini lebih karena balapan yang sangat solid. Yang lain hujan, dan dalam hujan Anda bisa mengambil risiko. Dan jika Anda keluar, Anda bilang 'Saya tidak punya apa-apa untuk hilang. Saya harus mengambil risiko'. Tapi seperti ini, dia tidak mengambil risiko apa pun. Dia hanya membalap dengan fantastis."
Analisis Steiner menyoroti perbedaan pendekatan antara kedua pembalap. Kemenangan Verstappen di Brasil 2024 terjadi dalam kondisi hujan yang memaksa pembalap mengambil risiko ekstrem. Sementara itu, Antonelli di Monza harus mengatasi tantangan berbeda: bangkit dari posisi belakang di sirkuit kering, di mana konsistensi dan manajemen ban menjadi kunci. Performa Antonelli menunjukkan kedewasaan dan kemampuan teknis yang jarang dimiliki pembalap muda.
Dengan tujuh kemenangan dan keunggulan poin yang signifikan, Antonelli kini menjadi favorit kuat untuk meraih gelar dunia pertamanya. Jika ia berhasil, ia akan menjadi salah satu juara termuda dalam sejarah F1. Persaingan dengan Russell di dalam tim Mercedes juga menambah dimensi menarik, karena Russell sendiri adalah pembalap yang cepat dan berpengalaman.
Pilihan Steiner dalam draft hipotetis ini mungkin tidak akan terwujud dalam waktu dekat, mengingat Verstappen masih terikat kontrak dengan Red Bull dan Antonelli sedang dalam perjalanan menjadi ikon Mercedes. Namun, pernyataan ini mencerminkan bagaimana pandangan paddock terhadap talenta muda seperti Antonelli. Musim 2026 masih panjang, dan banyak hal bisa terjadi. Namun satu hal yang pasti: Kimi Antonelli telah mengumumkan kedatangannya di panggung utama Formula 1, dan dunia mulai memperhatikannya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!