Advertisement Sportrik
15s

Graeme Lowdon Jelaskan Rekrut Marc Hynes

Graeme Lowdon Jelaskan Rekrut Marc Hynes
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Prinsipal Cadillac Graeme Lowdon menjelaskan alasan strategis di balik penunjukan Marc Hynes sebagai chief racing officer jelang musim Formula 1 2026. Hynes sebelumnya dikenal sebagai manajer Lewis Hamilton sebelum keduanya berpisah secara baik-baik menjelang musim baru.

Marc Hynes memiliki hubungan panjang dengan Hamilton sejak era junior, termasuk ketika ia menjuarai British F3 1999 mengalahkan Jenson Button. Ia kembali bergabung dalam lingkar manajemen Hamilton untuk periode 2015–2021, termasuk menjabat sebagai CEO Project 44, sebelum kembali terlibat dalam proses kepindahan Hamilton ke Ferrari pada 2025.

Hynes juga memiliki koneksi langsung dengan struktur Cadillac, di mana pembalap cadangan Zhou Guanyu berada dalam naungan manajemennya, begitu pula Lowdon sendiri. Penunjukan ini menjadi bagian dari pembentukan struktur manajemen baru tim yang juga mencakup Dan Towriss sebagai CEO dan Mario Andretti sebagai duta besar.

Laurent Mekies Warns Red Bull Is Behind
Read AlsoLaurent Mekies Warns Red Bull Is Behind

Lowdon menilai pengalaman Hynes sebagai mantan pembalap dan figur manajemen memberikan perspektif kompetitif yang penting bagi tim baru yang masih membangun kohesi internal. Ia menyebut posisi chief racing officer sebagai penghubung krusial antara divisi teknis dan operasional lintasan.

“Siapa pun yang mengenal Marc tahu bahwa dia sangat kompetitif dalam segala aspek, dan itu sangat penting, terutama bagi tim baru yang memiliki grup teknik dan engineering berpengalaman, tetapi belum genap 12 bulan bekerja bersama,” ujar Lowdon kepada media termasuk RacingNews365.

“Grup tersebut harus beroperasi pada level tertinggi, tetapi dari sisi balap, Anda harus menutup loop umpan balik.

ADVERTISEMENT

“Anda tidak bisa memiliki engineering yang memberikan solusi ke lingkungan balap tanpa loop itu kembali. Meskipun kami memiliki pembalap yang sangat berpengalaman, bukan peran pembalap untuk mengambil alih setiap aspek tersebut.”

Lowdon menekankan bahwa sejak tim mulai menjalankan mobilnya, salah satu fokus utama adalah memastikan semua loop komunikasi tertutup dengan baik, mulai dari umpan balik terowongan angin, simulator driver-in-the-loop, CFD, hingga prosedur di garasi.

“Jika tidak, Anda memiliki tim yang menilai pekerjaannya sendiri, dan itu bukan cara untuk berkembang.

“Kami sejak awal mengatakan ingin menjadi tim yang ingin dimasuki semua orang, yang dibanggakan oleh para anggotanya, dan tempat orang ingin bertahan lama.

“Salah satu nilai inti yang kami dorong adalah keterbukaan dan kejujuran mutlak dalam cara kami beroperasi, karena sangat sulit berkembang tanpa itu.

ADVERTISEMENT

“Kami tidak punya waktu untuk membuang-buang kesempatan, dan kami menghadapi kompetisi yang sangat kuat. Penunjukan Hynes adalah bagian dari struktur keseluruhan dan salah satu kepingan terakhir dari puzzle yang sedang kami susun.”

Dengan Cadillac bersiap memasuki era barunya di Formula 1, struktur manajemen yang solid dinilai menjadi fondasi penting sebelum tim menghadapi persaingan ketat di grid. Peran Hynes kini akan menjadi elemen kunci dalam memastikan integrasi teknis dan operasional berjalan optimal sejak awal musim 2026.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free login.

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU