George Russell membuka suara mengenai tantangan personal yang ia hadapi di balik layar saat meraih kemenangan sensasional pada ajang Formula 1 Grand Prix Singapura 2025. Pembalap asal Inggris tersebut mengakui bahwa akhir pekan di sirkuit jalan raya Marina Bay menyimpan banyak tekanan emosional dan psikologis yang tidak diketahui oleh publik luas.
Dalam wawancara bersama penyiar Austria Orf Sport, perbincangan mengarah pada momen perayaan kemenangannya bersama sang kekasih, Carmen Mundt. Russell mengenang bahwa kemenangan tersebut terasa sangat emosional karena ia harus berjuang mengatasi berbagai masalah non-balap yang menguras energi mental sepanjang akhir pekan balapan tersebut.
Secara psikologis otak saya cukup sibuk, lalu pergi ke luar, merebut pole position, dan memenangkan balapan adalah momen yang benar-benar spesial, ujar Russell menjelaskan betapa pentingnya kehadiran Carmen Mundt yang mendampinginya melewati masa-masa sulit di luar lintasan balap.

Situasi kontras kini tengah dihadapi oleh pembalap Mercedes tersebut dalam mengarungi kejuaraan musim 2026. Meskipun saat ini ia berada di peringkat kedua klasemen sementara, Russell tertinggal jauh 102 poin dari rekan setimnya yang tampil sensasional, Kimi Antonelli.
Musim 2026 sendiri diwarnai oleh serangkaian kendala teknis dan kegagalan mesin yang merugikan, termasuk masalah terbaru di Sepang. Dengan dominasi Antonelli yang telah mengoleksi delapan kemenangan berbanding tiga milik Russell, perebutan gelar juara dunia musim ini tampaknya akan segera berakhir dalam beberapa balapan mendatang.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!