Ketika lampu padam di Monza, George Russell punya peluang emas untuk memangkas defisit poinnya dari rekan setimnya, Kimi Antonelli. Start dari posisi kedua, sementara Antonelli tercekat di posisi 19, Russell tampak siap mencuri poin besar. Namun, apa yang terjadi di 53 lap berikutnya justru menjadi babak baru dalam persaingan internal Mercedes yang semakin memanas.
Antonelli, dengan keganasan khas pembalap muda, melesat cepat setelah restart di lap 6. Dari posisi 19, ia langsung menembus enam besar. Momen krusial terjadi di lap 19 ketika ia berhasil melewati Russell, meski sempat terjadi adu posisi yang sengit. Keputusan berani untuk masuk pit saat Virtual Safety Car (VSC) menjadi titik balik. Antonelli mengganti ban ke medium yang lebih segar, sementara Russell bertahan dengan ban hard yang mulai kehilangan grip di akhir balapan.
Hasilnya, Antonelli meraih kemenangan ketujuhnya musim ini, sekaligus memperlebar keunggulan klasemen menjadi 66 poin atas Russell. Ini bukan sekadar kemenangan; ini adalah pernyataan dominasi. Russell sendiri tak menutup mata. Ia mengakui bahwa perebutan gelar juara dunia kini hampir mustahil dikejar.

"Ya, Kimi jelas memegang kendali, dan dia pantas berada di posisi itu. Saya bahkan tidak berpikir tentang perebutan gelar atau comeback. Saya hanya fokus menjalani balapan demi balapan dan mencoba memaksimalkan setiap akhir pekan," ujar Russell, seperti dikutip dari Motorsport.com.
Russell juga menyoroti strategi ban yang dipilih kedua pembalap. Ia memulai dengan ban medium dan beralih ke hard, sementara Antonelli justru memulai dengan hard dan beralih ke medium saat red flag. Russell sempat merasa nyaman dengan pilihannya, terutama saat melihat Max Verstappen dan Antonelli menggunakan ban medium di tengah balapan.
"Saya pikir ban hard adalah pilihan terbaik untuk bertahan sampai akhir. Saat melihat Max dan Kimi di atas ban medium, saya merasa cukup percaya diri karena mereka akan lebih cepat kehilangan grip. Tetapi, VSC muncul di waktu yang tepat bagi mereka untuk masuk pit. Akan sangat menarik melihat bagaimana hasilnya jika tidak ada VSC," tambah Russell.
Dengan keunggulan 66 poin dan hanya 10 seri tersisa, peluang Russell untuk merebut gelar semakin tipis. Namun, ia memilih untuk menikmati sisa musim dan berusaha meraih kemenangan sebanyak mungkin. Pertarungan internal Mercedes ini belum usai, tetapi arahnya kini semakin jelas: Antonelli sedang dalam perjalanan menuju mahkota juara.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!