Petinggi General Motors dengan tegas menepis segala spekulasi miring yang mengarah pada dugaan pengaturan hasil balapan di ajang Supercars. Polemik ini bermula ketika dua pembalap dari tim Chevrolet berbeda secara mendadak masuk ke jalur pit untuk mengisi bahan bakar menjelang garis finis balapan hari Minggu di Sandown. Keputusan krusial tersebut sontak memicu kecurigaan dari berbagai pihak di paddock karena dampaknya yang secara langsung mengubah peta persaingan poin penutup musim.
Dua pembalap yang terpaksa melakukan pit stop tak terencana tersebut adalah Jarrod Hughes yang memacu mobil milik Erebus, serta Cooper Murray yang memperkuat kubu PremiAir. Padahal, sebelum insiden tersebut terjadi, keduanya tengah mengamankan posisi terhormat di jajaran sepuluh besar. Keputusan masuk pit di detik-detik akhir secara otomatis melambungkan posisi mereka jauh ke belakang, mengorbankan hasil individu demi dinamika balapan yang lebih besar di klasemen akhir.
Keuntungan dari drama pit stop tak terduga ini jatuh ke tangan Anton De Pasquale. Tambahan posisi krusial tersebut memastikan dirinya berhasil menyalip perolehan poin dari perwakilan Toyota, Ryan Wood, sekaligus mengunci tiket terakhir menuju babak Final Sandown. Manuver ini terjadi tak lama setelah tim pabrikan Toyota, Walkinshaw TWG Racing, secara kontroversial melakukan pertukaran posisi antara Wood dan rekan setimnya, Chaz Mostert, meskipun Mostert kala itu sudah unggul jauh hingga sepuluh detik di depan.

Berdasarkan regulasi resmi Supercars, sebuah tim diizinkan untuk mengatur ulang posisi pembalap mereka sendiri demi kepentingan strategi. Kendati demikian, pihak ketiga seperti pabrikan otomotif secara eksplisit dilarang keras memberikan instruksi tim dalam bentuk apa pun. Apabila terbukti bahwa General Motors memaksa Erebus dan PremiAir melakukan pit stop tanpa alasan teknis yang sah, maka tindakan tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran hukum berat dalam regulasi olahraga.
Menanggapi tuduhan serius tersebut, bos operasional General Motors di Supercars, Simon McNamara, langsung angkat bicara untuk meluruskan situasi. Dilansir dari Speedcafe, McNamara dengan tegas menyatakan bahwa tuduhan adanya manipulasi eksternal sama sekali tidak berdasar. "Itu sangat mudah dijawab, tidak ada manipulasi," ujar McNamara ketika ditanya mengenai rumor pengaturan balapan. Ia menambahkan bahwa meskipun aliansi data antar tim Chevrolet berjalan erat, batas aturan di dalam sirkuit tetap dijaga ketat sesuai regulasi yang berlaku.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!